Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati Penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curahan Hati Penulis. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 April 2018

Jalan-jalan Ke IBF

Bahagianya Hamas ada temannya saat berkunjung ke Islamic Book Fair tahun lalu. Waktu itu Haidar masih di dalam perut ummi. Oya namanya Salma anaknya Pak Salman teman kantornya abinya Hamas saat di Baznas. Salma orangnya pinter, shalihah dan langsung cepat akrab. Gimana kabarnya Salma yah sekarang?? Semoga Salma dan keluarganya dalam lindungan Allah SWT.
Semoga Abinya Hamas bisa silaturahim kembali dengan Pak Salman dan Hamas bisa ketemu lagi dengan Salma.

#ASYIK #bacabuku #di #ibf #bareng #salma

Bogor, 8 Maret 2018
By.  Ririn Rahayu Ummu Hamas dan Haidar

Sabtu, 31 Maret 2018

Kontrakan Baru

Pindah ke kontrakan baru ini sudah hampir setahun saya tinggal di kontrakan yang baru. Banyak sisi tidak enaknya saya dan suami serta anak-anak tinggal disini. Bukannya mengeluh tapi memang kenyataan seperti ini. Apalagi saya baru punya 2 bayi. Yang satu usianya kini sudah hampir 2.8 tahun dan satunya lagi mau 8 bulan.

Ahhh dari awal saya tinggal disini sudah ada yang tidak beres dengan lingkungan disini.

Sebut saja tetangga A di depan rumah saya persis depan rumah.  Saya hampir nggak betah diawal-awal pengen pindah  bagaimana sudah terlanjur bayar. Akhirnya kita tunggu sampai 6 bulan sambil mencari-cari lagi ternyata belum juga dapat dan akhirnya sudah hampir setahun.

Oya saya lupa ingin ceritakan kenapa saya bisa kecewa dan nggak betah tinggal disini. Salah satunya adalah tetangga depan rumah saya itu orangnya tidak punya adab berumah-tangga. Bayangkan saja nih ketika sedang adzan berkumandang untuk menunaikan solat tiba-tiba dari dalam rumah terdengar suara musik yang berisik dan keras. Apa sebaiknya yang harus kita lakukan? Menasihatinya? Yes setuju, 
Saya sudah sangat sering menasihatinya dan apa yang terjadi nasihat saya dan suami tidak pernah didengar.

Kedua setiap hari keluarga itu selalu ribut dan bertengkar. Udah seperti di hutan saja mereka tinggal dan tidak ingat kalau ada tetangga yang baru melahirkan.

Saya dan suami sempat heran, ternyata kisah  tetangga depan rumah itu tidak hanya di dunia film ternyata ada dalam kehidupan sehari-hari. Na'udzubillahi mindzalik.

Selain itu juga tetangga depan rumah selalu pulang malam kira-kira jam 23 lebihan dan terkadang menjelang subuh kira-kira jam 3an baru pulang rumah dengan bunyi motornya berisik sehingga membuat orang yang sedang asyik tidur terlelap menjadi bangun. Ujian berat buat saya dan keluarga ketika pindah mendapatkan lingkungan yang buruk.

Akhirnya saya kalau mengajak anak-anak bermain ketempat kontrakan kami yang lama. Dan disana juga banyak anak-anak kecil yang tidak jauh usianya dengan Hamas anak saya.

Yang terpenting saya dan suami sudah berani untuk menegur dan menasihatinya dengan lisan.

Allah SWT berfirman:

اَ لَّذِيْنَ اِنْ مَّكَّنّٰهُمْ فِى الْاَرْضِ اَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتَوُا الزَّكٰوةَ وَاَمَرُوْا بِالْمَعْرُوْفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ  ۗ وَلِلّٰهِ عَاقِبَةُ الْاُمُوْرِ

"(Yaitu) orang-orang yang jika Kami beri kedudukan di bumi, mereka melaksanakan sholat, menunaikan zakat, dan menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan."
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 41)

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim)

Semoga tahun ini saya dan suami bisa pindah lagi untuk mendapatkan lingkungan yang jauh lebih baik lagi. Atau semoga Allah mampukan kami untuk punya rumah pribadi berkah dengan lingkungan yang baik. Aamiin mohon doanya yahh sahabat blogger 😊

By.  Ririn Rahayu Ummu Hamas dan Haidar

Bogor,  31 Maret 2018

Jumat, 23 Maret 2018

Dramaga Berduka

Hujan membasahi Dramaga sejak subuh tadi dengan penuh keberkahan. Saat saya mau tilawah qur'an saya mendapatkan kabar duka dari suami bahwa teman sekaligus sahabat  ngajinya, sang pejuang dakwah di Dramaga  Pak Warjo sudah meninggal. Saya sempat tidak percaya awalnya dengar kabar duka itu karena baru lima hari yang lalu beliau pun mengabarkan Ayahandanya telah meninggal dunia dan kini tiba giliran beliau yang meninggal. Saya langsung mengucap Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu'anhu.

Sosok beliau yang terkenal baik, ramah, shalih, dan dermawan telah membekas bagi kita semua yang pernah berinteraksi dengan beliau baik secara langsung maupun tidak dan telah memberikan kesedihan bagi kita semua karena telah kehilangan sosok beliau.

Singkat cerita, saat terakhir ketemu beliau saat saya dan suami serta anak-anak diajak almarhum ikut Aksi Solidaritas Bela Palestina di Kedutaan AS di Jakarta dengan mobil kerennya. Sebelumnya pun beliau pernah datang ke rumah menjenguk ketika suami saya sedang sakit dan membawa oleh-oleh haji dan cerita pengalamannya sewaktu ibadah haji tahun kemarin.

Ya Allah kematian yang dialami beliau benar-benar mendadak sekali tanpa ada tanda-tanda sebelumnya. Kabar dari keluarganya Ust.  Warjo tidak sakit apa-apa dan masih sempat mengumandangkan adzan isya di mushola terdekat rumahnya. Menjelang subuh 3.30 beliau sudah tidak ada. Semoga almarhum husnul khotimah dan semoga Allah pun berikan keluarganya keikhlasan, ketabahan dan kesabaran tanpa batas. Aamiin.

Betul saja kematian itu tidak memandang usia, tua, muda, sakit dan sehat. Kapan saja waktunya datang pasti datang menghampiri setiap yang bernyawa. Cepat atau bahkan lebih cepat. Tinggal kita yang masih hidup menunggu waktu untuk dipanggil olehNya diwaktu yang telah Allah tetapkan. Semoga dengan musibah atau ujian ini kita lebih banyak mengingat Allah.

Allah SWT berfirman:

مَاۤ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ  وَمَنْ  يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ  وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

"Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. At-Taghabun 64: Ayat 11)

#dzikrulmaut
#dramagaberduka

Dramaga, 24 Maret 2018
By. Ririn Rahayu Ummu Hamas

Minggu, 11 Februari 2018

❤SURAT CINTA UNTUK SUAMIKU❤

Assalamu' alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Teruntuk suamiku tercinta dan tersayang.

Surat cinta ini ditulis dengan penuh cinta, bahagia dengan hati yang tulus dan berbunga-bunga dan juga berkaca-kaca. 😊😍😭

Dan ketika hujan turun aku banyak berdoa untukmu dan anak-anak kita. Semoga Allah lancarkan rejekimu Mas dan memudahkan langkah kita dalam mendidik anak2 kita menjadi anak yang shalih/ah, muslih/ah, hafidz/ah qur’an,  ahlul qur’an, akhlaq yg baik dan masih banyak lagi doa yg aku panjatkan.

Mas Gagahku kau suami yang baik. Aku sangat mencintaimu karena Allah. Cintaku benar-benar tulus tanpa rekayasa oleh apapun. Cinta itu tumbuh ketika dimulai sejak pertama kali kita dihalalkan dalam sebuah pernikahan. Hatiku sangat berbunga-bunga sekali bisa menjadi pendamping hidupmu. Ditambah kekagumanku dulu saat kau melamar aku dengan membaca surah Ar-Rahman dengan hafalanmu. Masya Allah indah sekali. Alhamdulillah aku benar-benar tidak salah memilihmu Mas untuk menjadi suamiku dan abinya anak-anakku. Bahagia dan bersyukur aku menjadi pendamping hidupmu dan menjadi istrimu. Semoga engkaupun demikian bahagia memiliki istri seperti aku. Aamiin Ya Allah.

Mas Gagahku kau suami yang penuh sabar. Aku ingin menjadi istrimu di dunia dan disyurga. Semoga Allah mempertemukan kita lagi di surgaNya kelak. Maka dari itu aku memohon padamu Mas, mohon bimbinglah aku pada jalan yg benar, penuh kebaikan yang akan membawaku ke SyurgaNya Allah bersama-sama. Aamiin.

Mas Gagahku kau suami yang penuh sabar. Aku sangat baru menyadari. Masya Allah begitu sabarnya engkau dalam menghadapi aku yang masih manja bisa dibilang childish. Maklum saja usiaku dan usiamu terlampau sangat berbeda jauh. Aku lebih muda dari usiamu Mas hehehe. Maka dari itu aku memohon padamu sekali lagi tetaplah bersabar atas sikap dan ucapanku  terkadang membuatmu sedih, atau bahkan kecewa. Tapi kau juga harus tahu Mas bahwa aku ini terkadang marah dan emosi ada sebabnya, yang Mas harus tahu dalam posisi ketika aku marah biasanya: aku cemburu yah terkadang aku cemburu padamu sangat berlebihan apalagi jika kau akrab dengan orang lain baik itu sifatnya bercanda dengan yang bernama perempuan atau laki-laki dibandingkan dengan istrimu sendiri 😭. Entah menurutmu itu biasa saja tapi bagiku itu bukan hal yg biasa tapi hal yang aneh dan itu yang membuat aku marah. Jadi tolong ya Mas jaga persaaan istrimu ini yang terlalu pencemburu. Cukup kau bercanda dengan aku saja sebagai istrimu. Agar istrimu tidak marah-marah. Kedua marah ketika aku benar-benar capek, lelah maka dari itu Mas kau harus segera membantu aku, agar aku tidak mudah marah dengan cara memijitku sebentar saja 😉. Pasti istrimu ini akan hilang marahnya. 😊 Ketiga marah disebabkan karena harapan yg aku inginkan terkadang tidak tercapai/tidak sesuai dengan keinginan aku. Maka dari itu cukup Mas diamkan aku dulu baru kemudian ajak aku bicara baik-baik. Oke Mas Gagahku, sayangku semoga Mas lebih sabar lagi menghadapiku.  Aamiin.

Mas Gagahku kau suami yg penuh sabar dan pengertian. Aku memohon padamu Mas jika ada aib dari aku yg terlihat padamu selama berumah tangga menurutmu itu tidak bagus aku memohon tolong jangan kau umbar/ceritakan kepada yg lain. Jika itu kau ceritakan sama halnya kamu menceritakan aib dirimu sendiri.😪

Mas Gagahku kau suami yang sebenarnya begitu romantis. Tapi memang aku lihat sisi keromantisanmu ini tidak suka dipublikasikan aku mengetahui kamu memiliki sifat yang pemalu berlebihan. Tapi terkadang istrimu ini pengen sekali disaat ditempat umum kau juga perlihatkan keromantisanmu misalnya pengangin tangan aku saat aku berjalan😍. Ahh tidak mengapa kalau kau belum bisa seperti itu. Tapi aku sudah melihat keromantisanmu itu ketika kita berada didalam rumah. Dan ketika aku keluar dari rumah dan pergi bersama, Mas terlebih dulu mengelap sendal aku dan baru mempersilahkan aku untuk pakai. Seperti layaknya aku ini tuan putri cinderella. Terimakasih Mas Gagahku. 😍

Jazakallahu khairan Mas Gagahku yang tercinta dan tersayang. Atas bekerjasamanya dalam mendidik anak dan mengurus rumah tangga. Bagaimana jika kau tidak membantuku dalam hal ini pasti aku sudah tidak kuat dan akan sakit-sakit. Aku bersyukur memilikimu Mas banyak sekali kebaikan yang tak bisa aku hitung, sunggu kebaikanmu adalah anugerah dari Allah SWT.  Aku bahagia sekali memilikimu karena kau suami yg shalih, baik, hebat, penyabar, romantis, kadang lucu,  dan juga Abi yg shalih,  baik, hebat, penyabar, lucu untuk anak-anak kita. Maafkan aku jika banyak kekurangan dalam mendampingimu selama ini.

Aku berjanji tak ingin mengeluh. Aku akan selalu belajar menjadi istri yg shalihah, qonaah, sabar, dengan kondisi setiap harinya baik suka maupun duka bersamamu. Semoga Allah mudahkan kita menjadi keluarga yang bahagia, harmonis,  sakinnah,  mawadah dan warohmah.  Aamiin

Jazakallahu khairan Mas Gagahku tercinta, love you because Allah ♥♥

Wassalamu' alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dari istrimu yang selalu mencintaimu karena Allah. Semoga Allah kuatkan cinta ini hingga akhir hayat.

Ririn Rahayu

Bogor, 8 Februari 2018