Alhamdulillah di tanggal 17 Januari 2018 waktu menemani Haidar dan Hamas bermain. Haidar sudah bisa tengkurap sendiri di usianya jalan 5 bulan. Ternyata setiap anak berbeda yah. Karena ketika kakanya bisa tengkurap itu di waktu usianya 4 bulan Muhammad Hamas Dzulqarnain.
Selalu ada cerita dan cinta setiap harinya semoga berkah dan bermanfaat bagi semuanya....❤❤❤
Selasa, 16 Januari 2018
Rabu, 03 Januari 2018
Memasak Jauh Lebih Nikmat
Sejujurnya saya tidak suka yang namanya makan masakan luar alias beli. Alasannya kenapa? Jelas dong kalau sudah bisa masak hehehe ngapain juga beli. Toh masakan saya kan lebih enak hehehe yummmy banget pokoknya. Sampai2 Pak suami aku tanya " gimana masakan aku, enak nggak? " sambil senyum2 dan bilang nambah lagi katanya enak masakan ummi😅
Kemudian memang benar lidah saya itu agak sulit menerima masakan orang lain kecuali memang benar-benar masakannya enak baru saya mau. Jadi saya lebih memilih memasak sebenarnya asalkan anggaran masak tercukupi. Selain memasak sendiri itu lebih nikmat enaknya dan kebersihannya tahu benar-benar bersih dari mulai membeli bahannya di Bibi sayur, hingga proses pencucian dan pemotongannya hingga siap dimasak itu puas banget pokoknya.
Intinya memasak sendiri itu pokonya puas banget.
Namun sejak saya menikah dan mengenal sosok suami. Yang penginnya tidak meropotkan sang istrinya. Dia lebih cenderung suka membeli makan diluar. Alasannya dia melihat kondisi saya yg kerepotan setelah membersihkan dan merapihkan rumah yg berantakan. Kedua, alasan membeli ya ketika saya memang kondisi sedang hamil (tidak kuat berdiri untuk memasaknya, mencium aromanya saja tidak suka). Alhasil suami saya membeli diluar deh itu pun saya makan dengan sangat terpaksa karena sebenarnya memang masakan sendiri jauh lebih nikmat.
Nah ketika saya tidak hamil pun alasan kenapa kami membeli makan diluar. Alasannya karena persediaan bahan baku dirumah sedang tidak ready (sayuran, lauk-pauknya, bumbu2 dapur, bawang merah, bawang putih, cabai, lada, dll pas banget kebetulan habis). Jadi menurut pengehematan Pak Suami solusinya adalah membeli makan diluar. Karena kalo kita membeli bumbu dapurnya saja sudah banyak pengeluaran dan belum lagi bahan baku makan yg akan dimasak. Kalau menurut kamu lebih hemat mana sihh memasak sendiri atau membeli masakan yg sudah jadi ketika persediaan bahan baku di rumah sedang tidak ready dan anggaran pun sedang tidak stabil?
By. Ummu Hamas yang sedang mengatur Keuangan keluarga 😊
Sabtu, 30 Desember 2017
Mengurus Rumah Tangga
Kunci Rumah Tangga itu harus kompak menurut saya, dalam artian kita harus bekerjasama. Bekerjasama dalam kebaikan. Misalnya. Sang Ayah sedang tidak bekerja ke kantor, sehingga dalam kerjasama rumah tangga adalah ayah momong anak-anak dulu kemudian Ibu merapihkan rumah dan memasak makanan untuk keluarganya. Ingat yah konteknya adalah bekerja sama artinya sang istri bukan mengandalkan suami. Beda kalau yang disebut mengandalkan suami itu istri tidak berbuat apa-apa artinya berleha-leha atau bahasa zaman now mager (malas gerak). 😂
Minggu, 24 Desember 2017
Taman Mini Indonesia Indah
Benar-benar mendadak rihlah. Sebelumnya Abinya Hamas pulang dari Lampung tiba di Bogor selasa malam. Sebelum tidur. Aku tanya abinya Hamas.
"Capek nggak Mas? Kalau capek nggak usah maksain berangkat."
"Tapiiiiii, kalau nggak cape hayuu kita berangkat sambil nyenangi anak, " Tanya aku sambil mengerakan alis naik turun supaya oke.
Padahal yang nanya pengen juga refreshing. Hehehe.
Dan akhirnya kita rihlah benaran deh. Alhamdulillah. Bersama keluarga ikhwah ceritanya ke Taman Mini Indonesia Indah.
Taman Mini Indonesia Indah merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur.
Kami berangkat sekitar pukul delapan pagi tiba di TMII sekitar jam sepuluhan. Kita keliling lokasi dulu, setelah itu kita berhenti di tempat mainan anak di Taman Legenda TMII. Biaya tiket masuknya 50.000/orang tapi kalau anak2 tidak dikenakan bayar kecuali yg sudah lewat dari tinggi yg diminta dari petugasnya. Melihat Petualang Dinosaurus di TMII. Anak-anak antusias banget pengen masuk.
Anak-anak tampak bahagia sekali tapi ada takutnya juga siih dari penuturan abinya Hamas Dinosaurusnya seolah-olah bergerak seperti benaran jadi Hamas takut dan minta gendong terus. 😂
Usai dari Taman Legenda kami pun mengunjungi IPTEK bayar tiket hanya 16 ribu/anak banyak atraksi keren-keren didalamnya mulai anak-anak sampai dewasa. Salah satunya belajar tentang cahaya, cermin cekung cembung, belajar mengenal suara binantang, memainkan alat musik dan masih banyak lagi.
Jumat, 22 Desember 2017
Aku Sayang Ibu
Bukan ditanggal 22 Desember saja untuk hari ibu yah kawan. Hari ibu itu bagiku adalah setiap hari. Bagaimana kamu bisa menyebutnya hari ibu itu hanya sehari? sedangkan perjuangan dan pengorbanan ibu dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya sangat luar biasa. Dan itu yang saya alami sekarang. Semangat selalu untuk menyayangi dan mendoakan ibu bagi ibumu yang masih ada di dunia beruntunglah kawan karena masih bisa mencium dan memeluknya, mendengar akan nasihat-nasihatnya, dan juga dapat merasakan canda dan tawa bahagianya setiap hari. Sedangkan bagi ibumu yg sudah wafat hanya bisa mengirimkan doa untuknya.
***
Ya Allah. Sungguh aku baru menyadari dan merasakan menjadi ibu ketika aku hamil anak pertama yang bernama Muhammad Hamas Dzulqarnain. Betapa beratnya saat aku mengandung kondisi yang tak ada hentinya selalu mual dan mual terlebih pada saat trimester pertama, makan dan minum tidak ada satupun yang sampai tertelan. Dengan kondisi tubuh menjadi lemas dan tak berdaya. Pada saat tubuh fit saya bisa mengerjakan semuanya. Mulai dari membereskan rumah hingga masak pun aku sendiri. Ketika hamil hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Ya Allah.
Hingga persinan tiba. Ibu pun rela mempertaruhkan nyawanya demi buah hati yang Allah amanahkan dirahimnya hingga rasa sakit saat melahirkan pun masih membekas saat ini. Sungguh saya merasakan apa yang ibu rasakan dulu ketika mengandung dan melahirkan saya. Hanya air mata yang mengalir diwajahku saat ibu tak lagi bersamaku saat menemani aku melahirkan. Alhamdulillah ada pak suami baik hati yang menemani dan menyemangati aku disaat kondisi saya lemah dan tak berdaya untuk melahirkan.
Perjuangan itu tak berhenti saat melahirkan saja. Masih banyak perjuangannya ibu selanjutnya dalam menyanyangi anaknya. Ibu yang harus menyusui hingga dua tahun, merawat dan menjaganya penuh kasih sayang, mendidiknya dan mengajarkan ketahuidan akan keberadaan Allah dalam kehidupan.
Kawan masihkah kamu menganggap hari ibu itu hanya sehari pada tanggal 22 Desember?
Perlakukanlah ibumu dengan penuh kasih sayang dan cinta setiap saat.
وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (QS. Luqman 31:14)
Bogor, 22 Desember 2017
By. Ririn Ummu Hamas Haidar
Belajar Menyayangi
Masing-masing dari kedua anakku ini memiliki sifat dan karakter yang asli unik dan berbeda.
Hamas yang kini berusia dua tahun empat bulan memiliki sifat dan karakter yang pemberani, kadang pemalu, kinestetik dan lagi senang bertanya.
Misalnya Hamas: "Ummi ini apa?" sambil jari telunjuknya menunjuk sesuatu yang ditanya.
Haidar yang kini usianya jalan empat bulan ini lagi senang ngoceh-ngoceh, mutar-mutar badan sambil posisi telentang diatas kasur, dan miring-miring badan proses menuju tengkurap sendiri. Berat badanyapun bertambah menjadi 6,8 kg.
Ada kebahagiaan tersendiri saat membersamai mereka, entah itu dengan ekpresi, gaya bicara dan tingkah lakunya yang lucu masyaAllah Hamas dan Haidar kesayangan ummi dan abinya, dan terkadang aku pun sempat kesal saat anak sudah mulai rewel dan sulit dimengerti keinginannya (tantrum). Astagfirullah maafin ummi yah Nak. Ummi memang kurang sabaran, kadang suka marah juga dan menyuekin kalian berdua disaat ummi mulai lelah.
Dari kejadian tiap harinya aku mulai banyak menyadari akan kebutuhan mereka selain cinta dan kasih sayang orangtuanya adalah bimbingan dan arahan dengan tidak menyalahkan anak jika salah dalam melakukan hal yang berbahaya tapi diberitahu yang benar dan baiknya seperti apa, agar tidak terulang kesalahan-kesalahan yg dialaminya.
Misalnya saat Hamas mengamati kipas yang mutar-mutar, dan dia dengan tidak sengaja mencoba memasukan jari tangannya otomatis dia kaget kenapa jadi seperti itu. Ibu yang baik adalah tidak membuatnya panik dan kaget apalagi sampai memarahinya akan tetapi diberitahu secara singkat dan jelas agar mudah dimengerti oleh anak. Pada saat mengamati kipas yang mutar-mutar tangan atau jari tangan Hamas jangan dimasukin yah, itu namanya berbahaya. No...No..itu berbahaya.
Pun ketika meminta Hamas untuk menjaga adiknya. Tetapi malah jadinya adiknya diusilin sama Hamas. Maka ibu yang baik dalam mendidik anak dengan penuh cinta adalah mencontohkanya bagaimana sikap lembut kepada adik dengan sang ibu juga mempraktekan langsung tangannya sambil mengelus-elus kepala adik dan masih banyak lagi.
Bogor, 16 Desember 2017
By. Ririn Ummu Hamas dan Haidar
Cemburunya Hamas
Kali ini saya ingin menceritakan cemburunya Sang Kakak terhadap adiknya. Tepatnya tanggal 24 Agustus 2017. Hamas telah menjadi Kakak. Tapi kami membiasakannya ia dipanggil Mas Hamas. Hehehe.
Hadirnya seorang adik yang lucu masya Allah, yang bernama Muhammad Haidar Mannaf dengan nama kecilnya. Haidar.
Yah semenjak Haidar hadir Hamas selalu cemburu terhadap adiknya. Karena dulu-dulu Hamas beranggapan atau merasa selalu dimanja dan diperhatikan oleh ummi dan abinya. Dan kini semenjak Haidar hadir mungkin rasa sayang dan cinta ummi dan abi terbagi dua hehehe.
Maafkan ummi yah Nak.
Memang sulit awal-awal untuk mengajarkan Hamas bahwa dia telah menjadi seorang Kakak. Terlepas dia pun baru disapih. Ummi yang jauh dari sempurna ini terkadang belum dapat memposisikan sikap yang adil terhadap Hamas.
Maafkan ummi yah nak.
Hiks.. Hiks
Ummi juga masih dalam tahap belajar dalam mendidik kalian. Jadi merasa bersalah kalau Hamas ngejahilin adiknya dengan memukul dan menekan kepala adik Haidar. Aku sebagai ibu belum bisa mendidiknya dengan penuh sabar dan cinta.
Mendidik penuh cinta menurut aku adalah merasa adil, selalu bersabar atas kelakuan anak, menahan emosi atau amarah dan selalu lembut ketika berbicara pada anak tidak teriak-teriak.
Huwaahh jauh dari kata sempurna.
Anakku Hamas ummi selalu mendoakan kamu dan adik supaya kelak besar menjadi anak yang shalih, muslih, cerdas, sehat, bermanfaat buat keluarga, agama, dan ummat.
رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
"Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang shalih.” ( QS. As- Shaffat : 100)
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِىۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
"Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Dan orang-orang yang berkata, “Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
Bogor, 16 Desember 2017
By. Ririn Ummu Hamas Haidar
Mendidik Anak dengan Cinta
Ketika sore itu kami sedang silaturahmi ke rumah teman abinya Hamas dan teman aku juga. Kami sama-sama memiliki anak lelaki. Dan ketika itu pula anakku Hamas usia 2 tahun 4 bulan senang sekali bermain bersama teman anakku yang bernama Aqsa. Wajah nampak bahagia dan ceria pada kedua anak itu saat bermain bersama tanpa ada tangisan. Hebat yahh. Masya Allah Anak jagoan. Hehehe.
Hmmm, apa yang terjadi saat kami hendak siap-siap pulang. Hamas menangis karena harus selesai bermainnya dengan Aqsa dan ketika pulang juga Hamas pun harus rela mengembalikan mobilannya Aqsa yang tadi dipinjam yang menjadi mobil favoritenya Hamas ketika bermain( mobil excavator) kalau Hamas bilang mobil tanah. Dengan berbaik hati Aqsa memberi mobil excavator yang kecil buat Hamas tapi Hamas tidak mau menerimanya. Maunya excavator yang besar.
Disinilah peran saya sebagai orangtua/ibu untuk dapat mengajarkan ataupun mengarahkan bahwasanya ketika anak meminta sesuatu jangan langsung dituruti apa yang menjadi kemauannya. Mengapa begitu? Karena jika begitu akan menjadi kebiasaan ketika anak besar nanti tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dan kedua jika selalu dituruti nanti yang ada menangis, merengek-rengek dan mengamuk menjadi senjata andalannya untuk mendapatkan sesuatu. Padahal bukan seperti itu, baiknya adalah yang pertama; ibu harus sabar dan tenang memberikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh anak tentang hak kepemilikan mainan.
Hamas: " Mi, Hamas mau mobilan itu". Sambil nunjuk mobilannya dengan wajah mengharap.
Ummi: "Boleh tapi Hamas izin dulu sama Aqsa, itukan mobilannya Aqsa. Kalau sudah dibolehkan sama Aqsa silahkan Hamas pinjem. OK.
Setelah dijelasin seperti itu akhirnya. Hamas pun mengerti.
Kedua; ibu tidak selalu menuruti apa yang menjadi kemauannya. Misalnya kejadiannya ketika mau pulang.
Hamas nangis minta mobilan excavatornya dibawa pulang. Secara mobil itukan bukan milik Hamas, otomatis yang punya tidak mengizinkannya untuk dibawa pulang.
Hamas: "Mobil tanah, mobil tanah, mobil tanah", sambil nangis.
Setelah reda nangisnya.
Ummi: " Ya bilang dulu sama Aqsa pinjem yah",
Aqsanya ngekepin mobilannya hehehe tandanya blm diizinin buat dipinjam.
Yahhh, karena saya orangnya nggak sabaran hehehe jadi saya bilang ke Hamas seperti ini.
Ummi: "Nanti kita beli mobil tanah yah,"
Biar nggak nangis lagi anaknya. Ternyata ini belum tepat memberikan solusi baik untuk anak yang kena tantrum (nangis/merengek berlebihan) . Intinua jangan selalu menuruti kemauan anak.
Untungnya Aqsa mau berbagi mobilan excavator yang kecil dikasihkan ke Hamas. Yeahhh. Akhirnya Hamaspun ngembalikan mobilan excavatornya yang besar ke Aqsa.
Wahhhh lucuuuu dan heboh pokoknya kalau langsung lihat kejadiannya hehehe.
Bogor, 16 Desember 2017
By. Ririn Ummu Hamas dan Haidar
Sabtu, 23 Juli 2016
Hamas Ngegemesin
Misalnya saja Hamas sedang dimandiin. Setelah selesai mandi. Hamas aku angkat tanda selesai mandiin. Ehhh tiba2 dia nangis merengek minta mandi lagi dan kedua tangannya kencang sekali berpegangan dengan bak mandi. Sehingga aku agak repot melepas tangannya dari bak. Alhasil mandiin Hamas lama banget sampai benar2 kedua tangannya lepas tanpa pengangan bak mandi. Duuuuuh anak Abi Rudi sekarang makin pintar kalo dimandiin pengennya berlama-lama.
Kemudian sekarang ini dia sudah mengerti kalo ada sesuatu yg buat Umminya bilang "Jangan Nak Jangan dimakan !" akhirnya Hamas membuang atau melempar tisuenya yg dia pegang tadi.
Kalo dikasih makan sekarang pengennya disuapin pakai tangan langsung dari umminya. Akhirnya Hamas bisa lahap banget makannya plus dikasih extra food juga dari #hpai (produk herbal, halal& berkualitas).
Umminya baru mengerti sekarang ternyata kemarin2 ndak mau makan karena pengennya langsung disuapin pakai tangan dan mesti rajin kasih multivitamin extra food hehe. Dikirain ummi memang Hamas lagi #gtm (gerakan tutup mulut).
"Rabbi Habli minas sholihin"
MuhammadHamasDzulqarnain
#11m5d
#BentarLagi1Tahun
Senin, 18 Januari 2016
Alhamdulillah Hadirnya Hamas
Wah sudah lama tidak posting tulisan kali ini saya benar-benar sedih banget.... semenjak saya hamil jarang buka blog dan boro-boro buka blog kerjaannya saya dulu mual-mual aja sampai 9 bulan. Hiks...hiks..
Yukkkk ikutin perjalanan cerita masa hamil saya.
Syukur alhamdulillah ketika saya menikah dengan Mas gagah hehehe nama aslinya Rudi Kusdianto pada tanggal 18 OKTOBER 2015. Allah langsung memberikan amanah kami seorang anak. Perkiraan awal Desember tahun lalu saya dan suami kontrol ke bidan Yani dekat kampus IPB. Setelah di kontrol benar positif aku hamil sebelumnya di tespek dulu dan semenjak itu bawaan aku mual terus. Kata temanku memang orang hamil diawal-awal trimester pertama mual-mual bawaannya. Ternyata apa yang saya rasakan ternyata benar adanya sampai trimester terakhir pun aku masih suka mual-mual namun tidak sesering diawal trimester pertama. Dan aku juga harus berjuang untuk lulus S2 di Teknologi Industri Pertanian IPB.
Sangat sangat perjuangan saat hamil Hamas.
bersambung dulu yahhh hehehe, mau solat dzuhur dulu...
Oke kita lanjutin yahhhh...
Nah dimasa trimester kedua mualku agak reda tidak separah di Trimester Pertama. Tapi anehnya kalo ke kamar mandi dan sikat gigi itu sulit banget bawaannya ingin muntah2 saja. Ahhhh ternyata orang hamil itu tidak semudah yg aku lihat yahh. Itulah sebabnya kenapa kaum wanita sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Maka beruntunglah engkau wanita yg mengandung, melahirkan, menyusui hingga dua tahun lamanya hingga membesarkan dan mendidik anakpun aku kira tdk begitu mudah.
Pada saat trimester dua dan tiga. Sudah mulai bisa masuk makan. Tidak separah diawal trimester pertama, hanya saja bawaan morning sickness itu berlanjut sampai usia kehamilanku sembilan bulan. Wow banget yahh masyaAllah perjuangan ibu hamil.
Jumat, 05 Desember 2014
Bahagia Selamanya
Ya Allah kami bersyukur atas izin dan RidhoMu kami sekarang telah menjadi sepasang suami istri. Semoga kami dapat menjalankan rumah tangga dengan baik sesuai ajaranMu dan Rasululllah SAW dalam membentuk keluarga yg sakinah, mawaddah dan warohmah. Dan berikanlah kami anak-anak yang shalih dan shalihah yang dapat menyejukan hati kami dan bermanfaat bagi ummat, aamiin. #Doa
Teruntuk pangeranku yg soleh,
Aku bersyukur karena Mas telah menjadi bagian dari hidup ku, dan Mas pun siap untuk menerima segala kekurangan dan kelebihanku,
Terima kasih untuk kasih dan sayang yang mas berikan padaku dan keluarga,
Aku pun berjanji akan menjadi istri yang baik untuk mas dan calon ibu yang baik untuk anak-anak kita, semoga Allah mengkaruniakan anak-anak kita yang shalih dan shalihah, aamiin.
Aku sayang Mas,
Semoga kita bahagia selamanya, aamiin
Minggu, 28 September 2014
September Berkah
Kamis, 21 Agustus 2014
Kenanganku di Bulan Ramadhan
Bogor, Agustus 2014
By. Alzena Valdis Rahayu
Kamis, 24 Juli 2014
Ramadhan Akan Segera Pergi
" Sesungguhnya telah kami turunkan Al-Quran pada Lailatul Qadr. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu? Lailatul Qadr adalah malam lebih baik daripada seribu bulan". (QS. Al Qadr: 1-2)
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 3-5)
Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)
Semoga kita mendapatkan malam kemuliaan (Lailatul Qadr) karena Ramadhan akan segera pergi. Dan semoga ampunan dan ridhoNya dapat kita raih, dan berharap kita masih dipertemukan kambali Ramadhan tahun depan. Aamiin.
Catatan Alzena Valdis Rahayu
Minggu, 29 Juni 2014
Saatnya Untuk Menikah
Sebelumnya ada ustadz yang telah memberikan nasihat kepada saya terkait pernikahan, beliau bilang ketika ada ikhwan yang ingin serius hendak melamar untuk menikah, maka kriteria memilih calon suami yang sudah ustadz sampaikan ketika itu harus sudah terpenuhi. Dan jangan terlalu terburu-buru untuk menerimanya dan menolak. Karena dalam hadist dijelaskan bahwasanya.
“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)
Karena posisi akhwat itu hanya bisa menerima dan menolak. Berbeda dengan ikhwan dia bisa memilih siapa saja yang akan menjadi teman hidupnya.
"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api nerak" (Qs. At-Tahrim:6)
Kemudian calon suami saya sudah dapat mencari nafkah yang halal dan thoyyib untuk kebutuhan istri dan anak-anaknya kelak, dan terakhir adalah akhlaknya baik dan islami karena sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.”
Bisa diinget kan yahh!!! Nah saya tulis kembali deh rumusnya dalam menentukan pasangan hidup itu kriterianya apa aja :) sebenarnya kriteria ini merujuk pada sabda Nabi SAW yaitu:
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi). Sama halnya dengan akhwat apabila memilih calon suami.
Ada nasihat dari ustadz jika kita menginginkan Rumah Tangga yang sakinah mawadah dan wa rahmah. Bagaimana caranya??? Yuukk kita simak dibawah ini :)
- Menjaga diri & keluarganya dari siksa api neraka (Qs. At-Tahrim:6)
- Memberi nafkah yang halal dan thoyyib
- Mempergauli istri dengan ma’aruf
- Mentaati suami di jalan Allah
- Memelihara serta menjaga kehormatan diri, keluarga, dan hartanya
- Berakhlak mulia pada suaminya
- Mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah
- Bekerjasama melahirkan anak-anak yang shalih dan shalihah
- Bekerjasama dalam perbaikan ummat (dakwah)
- Akidah/ keimanan meningkat
- Ibadah meningkat
- Kinerja dakwah meningkat (Qs. Ali Imran: 110)
Nah selain itu juga, saya lagi-lagi mendapatkan nasihat tentang pernikahan. Beliau menasihati saya kurang lebih seperti ini. Ketika sudah memutuskan untuk menikah, bahwasanya nanti bukan semangat menerima saja tetapi harus semangat untuk memberi. Maksud ustadzah adalah semangat untuk memberi itu, agar kita sebagai istri tidak selalu banyak menuntut sama suami. Karena kebanyakan ketika suami tidak memiliki apa yang diinginkan istri terkadang istri selalu menuntut ini dan ini. Padahal kan menikah itu untuk saling melengkapi, saling berbagi dan saling memberi satu sama lain. Bukankah ketika sudah menikah itu saling menguatkan antar pasangan? maka benar nasihat ustadzah bahwasanya kita harus lebih banyak memberi bukan menerima. Selain itu juga ustadzah berbagi tips cara mendidik anak, pokonya tentang bagaimana caranya mengatur rumah tangga yang baik hingga bermasyarakat, subhanallah walhamdulillah siang itu saya banyak-banyak bersyukur sama Allah telah dipertemukan ustadzah yang baik, selain menjadi ibu rumah tangga beliau juga aktif dimasyarakat.
Bogor, 29 Juni 2014
Catatan Alzena Valdis Rahayu
Selasa, 24 Juni 2014
Silaturahim membawa Berkah
Menyambut Ramadhan kali ini dengan tampil cantix nan syar'i :)
Jumat, 20 Juni 2014
Sambut Ramadhan dengan Ilmu
Sebagaimana Allah telah berfirman dalam ayat-ayat cintaNya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jia ia tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 183-184).
Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,
“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi).
Dalam hadist diatas adalah menerangkan tentang keutamaan ibadah puasa. Allah secara langsung menyatakan bahwa puasa dapat memberikan kebahagiaan pada hati orang-orang yang melaksanakannya. Beban saat berpuasa menahan segala keinginan syahwat kelak berakhir dengan berjuta kebaikan yang menyenangkan, baik di dunia, maupun di akhirat saat bertemu dengan Rabbnya.
Syarat sahnya puasa terdiri:
- Dalam keadaan suci dari haidh dan nifas.
- Berniat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.
Rukun Puasa:
Menahan diri dari berbagai pembatal puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).
Sunah-sunah Puasa:
- Untuk mendapatkan sunahnya maka sahur dilakukan diakhir mendekati waktu imsak.
- Mempercepat berbuka puasa.
- Berdoa ketika berbuka puasa.
- Memberikan makan kepada orang yg sedang berpuasa.
- Berbuka dengan kurma.
- Lebih banyak berderma pada saat Ramadhan. Dalam menghiasi puasa kita agar lebih bermakna, maka dianjurkan untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an, bersedekah, solat tarawih, memperbanyak doa, karena doa orang yang berpuasa itu mustajab, dzikir, itikaf, dakwah dan tarbiyah.
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).
Demikian ilmu yang saya dapatkan seputar Ramadhan, semoga bermafaat jika ada yg kurang mohon dimaklumi karena waktunya sangat terbatas sehingga kita perlu mencari lagi :)
#SemangatRamadhan saudaraku :)
Bogor, 21 Juni 2014
Catatan Alzena Valdis Rahayu
Rabu, 18 Juni 2014
Aku Harus Move On !!!
Malam ini aku ingin cerita tentang ayahku yang hebat. Aku kagum dengan kepribadian ayahku, beliau begitu sabar, perhatian, bekerja keras, dan terkadang ayahku cukup tegas kalau mengambil suatu keputusan. Semenjak ibuku meninggal aku jadi semakin dekat dengan ayah, segala masalah yang aku hadapi aku ceritakan ke ayahku walaupun terkadang aku berusaha untuk menutup-nutupinya, tapi ayahku tahu kalau aku sedang punya masalah. Ohhh ayah aku rindu padamu.
Senin, 16 Juni 2014
Sedekah Ekstrem
- Dagang
- Doa
- Dhuha
- Dzikiir
- Derma
- Duit
- Dahsyat
Ayat keren yang menambah motivasi buat kita bersedekah :)
“Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad): apakah yang akan mereka belanjakan (dan kepada siapakah)? Katakanlah: “Apa jua harta benda (yang halal) yang kamu belanjakan maka berikanlah kepada: Kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan orang-orang yang terlantar dalam perjalanan. Dan (ingatlah), apa jua yang kamu buat dari jenis-jenis kebaikan, maka sesungguhnya Allah senantiasa mengetahuiNya (dan akan membalas dengan sebaik-baiknya).” [QS. Al-Baqarah: 215]
Sabtu, 14 Juni 2014
Berbagi itu Menyenangkan
Menurutku berbagi itu tidak hanya sebuah materi saja yang harus kita berikan. Sebenarnya banyak cara untuk kita berbagi. Apapun yang kita miliki saat ini, entah itu berupa ilmu, nasihat, informasi, cerita, pengalaman, dan sebagainya bisa kita share dengan orang lain karena dengan berbagi juga ada persaan jiwa yang sangat menentramkan dihati buat yang suka berbagi dan karena berbagi juga salah satu perbuatan yang baik yang sangat dianjurkan dalam pribadi seorang muslim, untuk dapat meringankan beban orang lain ketika sedang menghadapi suatu kesulitan.
“Bandingan (derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji. Dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi Meliputi ilmu pengetahuanNya". [ QS Al-Baqarah:261]
"Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah, dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dirugikan.” [QS Al-Baqarah: 272].
"Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat". [HR. Bukhari]
