Tampilkan postingan dengan label Curhat Penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat Penulis. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Januari 2018

Tengkurap

Alhamdulillah di tanggal 17 Januari 2018 waktu menemani Haidar dan Hamas bermain.  Haidar sudah bisa tengkurap sendiri di usianya jalan 5 bulan. Ternyata setiap anak berbeda yah. Karena ketika kakanya bisa tengkurap itu di waktu usianya 4 bulan Muhammad Hamas Dzulqarnain.

Rabu, 03 Januari 2018

Memasak Jauh Lebih Nikmat

Sejujurnya saya tidak suka yang namanya makan masakan luar alias beli.  Alasannya kenapa?  Jelas dong kalau sudah bisa masak hehehe ngapain juga beli. Toh masakan saya kan lebih enak hehehe yummmy banget pokoknya. Sampai2 Pak suami aku tanya " gimana masakan aku, enak nggak? " sambil senyum2 dan bilang nambah lagi katanya enak masakan ummi😅

Kemudian memang benar lidah saya itu agak sulit menerima masakan orang lain kecuali memang benar-benar masakannya enak baru saya mau. Jadi saya lebih memilih memasak sebenarnya asalkan anggaran masak tercukupi. Selain memasak sendiri itu lebih nikmat enaknya dan kebersihannya tahu benar-benar bersih dari mulai membeli bahannya di Bibi sayur,  hingga proses pencucian dan pemotongannya hingga siap dimasak itu puas banget pokoknya.
Intinya memasak sendiri itu pokonya puas banget.

Namun sejak saya menikah dan mengenal sosok suami. Yang penginnya tidak meropotkan sang istrinya. Dia lebih cenderung suka membeli makan diluar. Alasannya dia melihat kondisi saya yg kerepotan setelah membersihkan dan merapihkan rumah yg berantakan. Kedua, alasan membeli ya ketika saya memang kondisi sedang hamil (tidak kuat berdiri untuk memasaknya, mencium aromanya saja tidak suka). Alhasil suami saya membeli diluar deh itu pun saya makan dengan sangat terpaksa karena sebenarnya memang masakan sendiri jauh lebih nikmat.

Nah ketika saya tidak hamil pun alasan kenapa kami membeli makan diluar. Alasannya karena persediaan bahan baku dirumah sedang tidak ready (sayuran, lauk-pauknya, bumbu2 dapur,  bawang merah, bawang putih,  cabai,  lada, dll pas banget kebetulan habis). Jadi menurut pengehematan Pak Suami solusinya adalah membeli makan diluar. Karena kalo kita membeli bumbu dapurnya saja sudah banyak pengeluaran dan belum lagi bahan baku makan yg akan dimasak. Kalau menurut kamu lebih hemat mana sihh memasak sendiri atau membeli masakan yg sudah jadi ketika persediaan bahan baku di rumah sedang tidak ready dan anggaran pun sedang tidak stabil?

By.  Ummu Hamas yang sedang mengatur Keuangan keluarga 😊

Sabtu, 30 Desember 2017

Mengurus Rumah Tangga

Kunci Rumah Tangga itu harus kompak menurut saya, dalam artian kita harus bekerjasama. Bekerjasama dalam kebaikan. Misalnya. Sang Ayah sedang tidak bekerja ke kantor, sehingga dalam kerjasama rumah tangga adalah ayah momong anak-anak dulu kemudian Ibu merapihkan rumah dan memasak makanan untuk keluarganya. Ingat yah konteknya adalah bekerja sama artinya sang istri bukan mengandalkan suami. Beda kalau yang disebut mengandalkan suami itu istri tidak berbuat apa-apa artinya berleha-leha atau bahasa zaman now mager (malas gerak). 😂

Minggu, 24 Desember 2017

Taman Mini Indonesia Indah

Benar-benar mendadak rihlah. Sebelumnya Abinya Hamas pulang dari Lampung tiba di Bogor selasa malam. Sebelum tidur.  Aku tanya abinya Hamas.

"Capek nggak Mas? Kalau capek nggak usah maksain berangkat."

"Tapiiiiii,  kalau nggak cape hayuu kita berangkat sambil nyenangi anak, " Tanya aku sambil mengerakan alis naik turun supaya oke.
Padahal yang nanya pengen juga refreshing. Hehehe.

Dan akhirnya kita rihlah benaran deh.  Alhamdulillah. Bersama keluarga ikhwah ceritanya ke Taman Mini Indonesia Indah.

Taman Mini Indonesia Indah merupakan suatu kawasan taman wisata bertema budaya Indonesia di Jakarta Timur.

Kami berangkat sekitar pukul delapan pagi tiba di TMII sekitar jam sepuluhan.  Kita keliling lokasi dulu, setelah itu kita berhenti di tempat mainan anak di Taman Legenda TMII. Biaya tiket masuknya 50.000/orang tapi kalau anak2 tidak dikenakan bayar kecuali yg sudah lewat dari tinggi yg diminta dari petugasnya.  Melihat Petualang Dinosaurus di TMII. Anak-anak antusias banget pengen masuk.

Anak-anak tampak bahagia sekali tapi ada takutnya juga siih dari penuturan abinya Hamas Dinosaurusnya seolah-olah bergerak seperti benaran jadi Hamas takut dan minta gendong terus. 😂

Usai dari Taman Legenda kami pun mengunjungi IPTEK bayar tiket hanya 16 ribu/anak banyak atraksi keren-keren didalamnya mulai anak-anak sampai dewasa. Salah satunya belajar tentang cahaya, cermin cekung cembung, belajar mengenal suara binantang, memainkan alat musik dan masih banyak lagi.

Jumat, 22 Desember 2017

Aku Sayang Ibu

Bukan ditanggal 22 Desember saja untuk hari ibu yah kawan. Hari ibu itu bagiku adalah setiap hari. Bagaimana kamu bisa menyebutnya hari ibu itu hanya sehari? sedangkan perjuangan dan pengorbanan ibu dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya sangat luar biasa. Dan itu yang saya alami sekarang. Semangat selalu untuk menyayangi dan mendoakan ibu bagi ibumu yang masih ada di dunia beruntunglah kawan karena masih bisa mencium dan memeluknya, mendengar akan nasihat-nasihatnya, dan juga dapat merasakan canda dan tawa bahagianya setiap hari. Sedangkan bagi ibumu yg sudah wafat hanya bisa mengirimkan doa untuknya. 

                                ***

Ya Allah. Sungguh aku baru menyadari dan merasakan menjadi ibu ketika aku hamil anak pertama yang bernama Muhammad Hamas Dzulqarnain. Betapa beratnya saat aku mengandung kondisi yang tak ada hentinya selalu mual dan mual terlebih pada saat trimester pertama, makan dan minum tidak ada satupun yang sampai tertelan. Dengan kondisi tubuh menjadi lemas dan tak berdaya. Pada saat tubuh fit saya bisa mengerjakan semuanya. Mulai dari membereskan rumah hingga masak pun aku sendiri. Ketika hamil hanya bisa berbaring di tempat tidur saja. Ya Allah.
Hingga persinan tiba. Ibu pun rela mempertaruhkan nyawanya demi buah hati yang Allah amanahkan dirahimnya hingga rasa sakit saat melahirkan pun masih membekas saat ini. Sungguh saya merasakan apa yang ibu rasakan dulu ketika mengandung dan melahirkan saya. Hanya air mata yang mengalir diwajahku saat ibu tak lagi bersamaku saat menemani aku melahirkan. Alhamdulillah ada pak suami baik hati yang menemani dan menyemangati aku disaat kondisi saya lemah dan tak berdaya untuk melahirkan.

Perjuangan itu tak berhenti saat melahirkan saja. Masih banyak perjuangannya ibu selanjutnya dalam menyanyangi anaknya. Ibu yang harus menyusui hingga dua tahun, merawat dan menjaganya penuh kasih sayang,  mendidiknya dan mengajarkan ketahuidan akan keberadaan Allah dalam kehidupan.

Kawan masihkah kamu menganggap hari ibu itu hanya sehari pada tanggal 22 Desember?

Perlakukanlah ibumu dengan penuh kasih sayang dan cinta setiap saat.

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada Aku kembalimu." (QS. Luqman 31:14)

Bogor, 22 Desember 2017

By.  Ririn Ummu Hamas Haidar

Belajar Menyayangi

Masing-masing dari kedua anakku ini memiliki sifat dan karakter yang asli unik dan berbeda.

Hamas yang kini berusia dua tahun empat bulan memiliki sifat dan karakter yang pemberani, kadang pemalu, kinestetik dan lagi senang bertanya.

Misalnya Hamas: "Ummi ini apa?" sambil jari telunjuknya menunjuk sesuatu yang ditanya.
Haidar yang kini usianya jalan empat bulan ini lagi senang ngoceh-ngoceh, mutar-mutar badan sambil posisi telentang diatas kasur, dan miring-miring badan proses menuju tengkurap sendiri. Berat badanyapun bertambah menjadi 6,8 kg.

Ada kebahagiaan tersendiri saat membersamai mereka, entah itu dengan ekpresi, gaya bicara dan tingkah lakunya yang lucu masyaAllah Hamas dan Haidar kesayangan ummi dan abinya, dan terkadang aku pun sempat kesal saat anak sudah mulai rewel dan sulit dimengerti keinginannya (tantrum). Astagfirullah maafin ummi yah Nak. Ummi memang kurang sabaran, kadang suka marah juga dan menyuekin kalian berdua disaat ummi mulai lelah.
Dari kejadian tiap harinya aku mulai banyak menyadari akan kebutuhan mereka selain cinta dan kasih sayang orangtuanya adalah bimbingan dan arahan dengan tidak menyalahkan anak jika salah dalam melakukan hal yang berbahaya tapi diberitahu yang benar dan baiknya seperti apa, agar tidak terulang kesalahan-kesalahan yg dialaminya.
Misalnya saat Hamas mengamati kipas yang mutar-mutar, dan dia dengan tidak sengaja mencoba memasukan jari tangannya otomatis dia kaget kenapa jadi seperti itu. Ibu yang baik adalah tidak membuatnya panik dan kaget apalagi sampai memarahinya akan tetapi diberitahu secara singkat dan jelas agar mudah dimengerti oleh anak. Pada saat mengamati kipas yang mutar-mutar tangan atau jari tangan Hamas jangan dimasukin yah, itu namanya berbahaya. No...No..itu berbahaya.

Pun ketika meminta Hamas untuk menjaga adiknya. Tetapi malah jadinya adiknya diusilin sama Hamas. Maka ibu yang baik dalam mendidik anak dengan penuh cinta adalah mencontohkanya bagaimana sikap lembut kepada adik dengan sang ibu juga mempraktekan langsung tangannya sambil mengelus-elus kepala adik dan masih banyak lagi.

Bogor, 16 Desember 2017

By. Ririn Ummu Hamas dan Haidar

Cemburunya Hamas

Kali ini saya ingin menceritakan cemburunya Sang Kakak terhadap adiknya. Tepatnya tanggal 24 Agustus 2017. Hamas telah menjadi Kakak. Tapi kami membiasakannya ia dipanggil Mas Hamas. Hehehe.

Hadirnya seorang adik yang lucu masya Allah, yang bernama Muhammad Haidar Mannaf dengan nama kecilnya. Haidar.
Yah semenjak Haidar hadir Hamas selalu cemburu terhadap adiknya. Karena dulu-dulu Hamas beranggapan atau merasa selalu dimanja dan diperhatikan oleh ummi dan abinya. Dan kini semenjak Haidar hadir mungkin rasa sayang dan cinta ummi dan abi terbagi dua hehehe.

Maafkan ummi yah Nak.
Memang sulit awal-awal untuk mengajarkan Hamas bahwa dia telah menjadi seorang Kakak. Terlepas dia pun baru disapih. Ummi yang jauh dari sempurna ini terkadang belum dapat memposisikan sikap yang adil terhadap Hamas.

Maafkan ummi yah nak.
Hiks.. Hiks
Ummi juga masih dalam tahap belajar dalam mendidik kalian. Jadi merasa bersalah kalau Hamas ngejahilin adiknya dengan memukul dan menekan kepala adik Haidar. Aku sebagai ibu belum bisa mendidiknya dengan penuh sabar dan cinta.

Mendidik penuh cinta menurut aku adalah merasa adil, selalu bersabar atas kelakuan anak, menahan emosi atau amarah dan selalu lembut ketika berbicara pada anak tidak teriak-teriak.
Huwaahh jauh dari kata sempurna.
Anakku Hamas ummi selalu mendoakan kamu dan adik supaya kelak besar menjadi anak yang shalih, muslih, cerdas, sehat, bermanfaat buat keluarga, agama, dan ummat.
رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
"Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang shalih.” ( QS. As- Shaffat : 100)
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِىۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
"Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap melaksanakan shalat, ya Rabb kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40)
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
"Dan orang-orang yang berkata, “Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Bogor, 16 Desember 2017

By. Ririn Ummu Hamas Haidar

Mendidik Anak dengan Cinta

Ketika sore itu kami sedang silaturahmi ke rumah teman abinya Hamas dan teman aku juga. Kami sama-sama memiliki anak lelaki. Dan ketika itu pula anakku Hamas usia 2 tahun 4 bulan senang sekali bermain bersama teman anakku yang bernama Aqsa. Wajah nampak bahagia dan ceria pada kedua anak itu saat bermain bersama tanpa ada tangisan. Hebat yahh. Masya Allah Anak jagoan. Hehehe.

Hmmm, apa yang terjadi saat kami hendak siap-siap pulang. Hamas menangis karena harus selesai bermainnya dengan Aqsa dan ketika pulang juga Hamas pun harus rela mengembalikan mobilannya Aqsa yang tadi dipinjam yang menjadi mobil favoritenya Hamas ketika bermain( mobil excavator) kalau Hamas bilang mobil tanah. Dengan berbaik hati Aqsa memberi mobil excavator yang kecil buat Hamas tapi Hamas tidak mau menerimanya. Maunya excavator yang besar.

Disinilah peran saya sebagai orangtua/ibu untuk dapat mengajarkan ataupun mengarahkan bahwasanya ketika anak meminta sesuatu jangan langsung dituruti apa yang menjadi kemauannya. Mengapa begitu? Karena jika begitu akan menjadi kebiasaan ketika anak besar nanti tidak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri dan kedua jika selalu dituruti nanti yang ada menangis, merengek-rengek dan mengamuk menjadi senjata andalannya untuk mendapatkan sesuatu. Padahal bukan seperti itu, baiknya adalah yang pertama; ibu harus sabar dan tenang memberikan penjelasan yang mudah dimengerti oleh anak tentang hak kepemilikan mainan.
Hamas: " Mi, Hamas mau mobilan itu". Sambil nunjuk mobilannya dengan wajah mengharap.
Ummi: "Boleh tapi Hamas izin dulu sama Aqsa, itukan mobilannya Aqsa. Kalau sudah dibolehkan sama Aqsa silahkan Hamas pinjem. OK.
Setelah dijelasin seperti itu akhirnya. Hamas pun mengerti.
Kedua; ibu tidak selalu menuruti apa yang menjadi kemauannya. Misalnya kejadiannya ketika mau pulang.
Hamas nangis minta mobilan excavatornya dibawa pulang. Secara mobil itukan bukan milik Hamas, otomatis yang punya tidak mengizinkannya untuk dibawa pulang.
Hamas: "Mobil tanah, mobil tanah, mobil tanah", sambil nangis.
Setelah reda nangisnya.
Ummi: " Ya bilang dulu sama Aqsa pinjem yah",
Aqsanya ngekepin mobilannya hehehe tandanya blm diizinin buat dipinjam.
Yahhh, karena saya orangnya nggak sabaran hehehe jadi saya bilang ke Hamas seperti ini.
Ummi: "Nanti kita beli mobil tanah yah,"
Biar nggak nangis lagi anaknya. Ternyata ini belum tepat memberikan solusi baik untuk anak yang kena tantrum (nangis/merengek berlebihan) . Intinua jangan selalu menuruti kemauan anak.
Untungnya Aqsa mau berbagi mobilan excavator yang kecil dikasihkan ke Hamas. Yeahhh. Akhirnya Hamaspun ngembalikan mobilan excavatornya yang besar ke Aqsa.
Wahhhh lucuuuu dan heboh pokoknya kalau langsung lihat kejadiannya hehehe.

Bogor, 16 Desember 2017

By. Ririn Ummu Hamas dan Haidar

Sabtu, 23 Juli 2016

Hamas Ngegemesin

Tepat usinya yg menginjak 11 bulan 5 hari ini. Anakku semakin hari makin pintar dan ngegemesin. Ada saja tingkah lakunya yang buat aku terpesona dan ketawa.

Misalnya saja Hamas sedang dimandiin. Setelah selesai mandi. Hamas aku angkat tanda selesai mandiin. Ehhh tiba2 dia nangis merengek minta mandi lagi dan kedua tangannya kencang sekali berpegangan dengan bak mandi. Sehingga aku agak repot melepas tangannya dari bak. Alhasil mandiin Hamas lama banget sampai benar2 kedua tangannya lepas tanpa pengangan bak mandi. Duuuuuh anak Abi Rudi sekarang makin pintar kalo dimandiin pengennya berlama-lama.

Kemudian sekarang ini dia sudah mengerti kalo ada sesuatu yg buat Umminya bilang "Jangan Nak Jangan dimakan !" akhirnya Hamas membuang atau melempar tisuenya yg dia pegang tadi.

Kalo dikasih makan sekarang pengennya disuapin pakai tangan langsung dari umminya. Akhirnya Hamas bisa lahap banget makannya plus dikasih extra food juga dari #hpai (produk herbal, halal& berkualitas).


Umminya baru mengerti sekarang ternyata kemarin2 ndak mau makan karena pengennya langsung disuapin pakai tangan  dan mesti rajin kasih multivitamin extra food hehe. Dikirain ummi memang Hamas lagi #gtm (gerakan tutup mulut).

"Rabbi Habli minas sholihin"

MuhammadHamasDzulqarnain
#11m5d
#BentarLagi1Tahun

Senin, 18 Januari 2016

Alhamdulillah Hadirnya Hamas

Bismillah.....

Wah sudah lama tidak posting tulisan kali ini saya benar-benar sedih banget.... semenjak saya hamil jarang buka blog dan boro-boro buka blog kerjaannya saya dulu mual-mual aja sampai 9 bulan. Hiks...hiks..


Yukkkk ikutin perjalanan cerita masa hamil saya.

Syukur alhamdulillah ketika saya menikah dengan Mas gagah hehehe nama aslinya Rudi Kusdianto pada tanggal 18 OKTOBER 2015. Allah langsung memberikan amanah kami seorang anak. Perkiraan awal Desember tahun lalu saya dan suami kontrol ke bidan Yani dekat kampus IPB. Setelah di kontrol benar positif aku hamil sebelumnya di tespek dulu dan semenjak itu bawaan aku mual terus. Kata temanku memang orang hamil diawal-awal trimester pertama mual-mual bawaannya. Ternyata apa yang saya rasakan ternyata benar adanya sampai trimester terakhir pun aku masih suka mual-mual namun tidak sesering diawal trimester pertama. Dan aku juga harus berjuang untuk lulus S2 di Teknologi Industri Pertanian IPB.

Sangat sangat perjuangan saat hamil Hamas.
bersambung dulu yahhh hehehe, mau solat dzuhur dulu...


Oke kita lanjutin yahhhh...

Nah dimasa trimester kedua mualku agak reda tidak separah di Trimester Pertama. Tapi anehnya kalo ke kamar mandi dan sikat gigi itu sulit banget bawaannya ingin muntah2 saja. Ahhhh ternyata orang hamil itu tidak semudah yg aku lihat yahh. Itulah sebabnya kenapa kaum wanita sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Maka beruntunglah engkau wanita yg mengandung, melahirkan, menyusui hingga dua tahun lamanya hingga membesarkan dan mendidik anakpun aku kira tdk begitu mudah.
Maka berdoalah kepada Allah yang Maha memberikan kemudahan, bersyukurlah dan terus istiqomah berada dijalanNya agar kita menjadi ibu yang sabar dan terbaik untuk anak-anak kita aamiin.


Pada saat trimester dua dan tiga. Sudah mulai bisa masuk makan. Tidak separah diawal trimester pertama, hanya saja bawaan morning sickness itu berlanjut sampai usia kehamilanku sembilan bulan. Wow banget yahh masyaAllah perjuangan ibu hamil.


Mendekati usia sembilan bulan aku masih bisa jalan-jalan ke Taman Mini Indonesia Indah di Jakarta Timur,  perut udah besar sekali dan jalanpun sudah sakit dan nafas sudah engap banget tapi masih memaksakan diri untuk ikut Halal bihalal Idul Fitri. Sekalian latihan melemaskan otot-otot kaki supaya tidak kaku pada saat persalinan tiba hehe padahal bilang saja pengen jalan-jalan hehe. Yah seminggu setelah halal bihalal Hamas lahir. Alhamdulillah. Rasa bercampur aduk menyelimuti hari itu. Bahagia ya,  sedih ya, terharu ya, wahhh pokoknya nano-nano deh rasanya. 


Karena sejak hamil masih di dalam perut anakku sudah terbiasa dipanggil Hamas oleh Ummi dan Abinya. Kenapa Hamas karena pada saat itu aku masih Tesis dan harus segera selesai semuanya sebelum Hamas lahir. 
Oya artinya Hamas adalah bersemangat. Jadi ibunya yang sedang menyelesaikan tesis harus semangat lulus. Alhamdulillah atas izin Allah SWT. Akhirnya aku pun lulus sebelum Hamas lahir. 


Jumat, 05 Desember 2014

Bahagia Selamanya

18 Oktober 2014/ 24 Dzulhijjah 1435 Hijriyah hari paling bersejarah buat kami berdua, dimana kami mengikat janji dalam pernikahan, semoga Allah berkahi untuk kita, aamiin.


Ya Allah kami bersyukur atas izin dan RidhoMu kami sekarang telah menjadi sepasang suami istri. Semoga kami dapat menjalankan rumah tangga dengan baik sesuai ajaranMu dan Rasululllah SAW dalam membentuk keluarga yg sakinah, mawaddah dan warohmah. Dan berikanlah kami anak-anak yang shalih dan shalihah yang dapat menyejukan hati kami dan bermanfaat bagi ummat, aamiin. #Doa


Teruntuk pangeranku yg soleh,

Aku bersyukur karena Mas telah menjadi bagian dari hidup ku, dan Mas pun siap untuk menerima segala kekurangan dan kelebihanku, 
Terima kasih untuk kasih dan sayang yang mas berikan padaku dan keluarga,
Aku pun berjanji akan menjadi istri yang baik untuk mas dan calon ibu yang baik untuk anak-anak kita, semoga Allah mengkaruniakan anak-anak kita yang shalih dan shalihah, aamiin.

Aku sayang Mas, 
Semoga kita bahagia selamanya, aamiin





Minggu, 28 September 2014

September Berkah

Bissmillah,

Wahhh lama bingiiiiiiits ndak nulis di blog, kangen-kangen. Padahal banyak sekali cerita yang berkesan dan indah yang ingin saya tulis di blog sederhana ini. Hmmm siapa tahu ada yang baca, hehehe, mudah-mudahan dapat dipetik pelajarannya yahh. Oke kita mulai aja yuk ceritanya :)

Juni Akhir
Ketika itu menjelang subuh. Ustadzah saya mengabari saya via telvon bahwa ada biodata ikhwan yang ingin berproses dengan saya. Sekian lama saya menunggu kabar bahagia ini. Alhamdulillah Wa Syukurillah. Bahagianya saya senyum pun mengembang ketika ustadzah saya mengakhiri percakapannya.

Saya pun langsung segera buka email dengan bissmillah,,,,sambil serius dan senyum2 bacanya hehehe.

Saya pelajari satu persatu setiap kata-katanya yang menginformasikan tentang beliau dan kondisi keluarganya. Alhamdulillah setelah baca biodata beliau saya pun memantapkan hati dengan istikharoh memohon petunjuk sama Allah mohon diberikan kemantapan hati dan kemudahannya jika memang beliau adalah pilihan Allah untuk saya.

Alhamdulillah sepertinya tidak ada alasan untuk menolak beliau, sehingga ta'aruf pun diagendain di rumah ustadz. Alhamdulillah ta'aruf sesingkat itu semoga berkah dipertemuan pertama saya dengan beliau. Walau sebenarnya banyak yang ingin aku tanyain sama beliau tapi mudah-mudahan melalui ustadzah saya nanti bisa ada kabar tentang beliau.

" Ya Allah jika beliau baik untuk aku, baik untuk keluarga aku, baik untuk agamaku, dakwahku dan ketika sebelum dan sesudah menikah nanti ada keberkahanMu, aku mohon mudahkanalah semuanya" Aamiin. #Doa

Sempat ndak percaya juga bahwa ayah saya pun sekarang sudah ridho putrinya untuk menikah di tahun ini, banyak syukur aku saat itu. Alhamdulillah Ya Allah. Dan ayah pun langsung oke-oke aja ketika saya bilang bahwa ada yang ingin ta'aruf lagi sama anaknya dan keluarga. Kata ayah yasudah kalo memang sudah ada calonnya lagi langsung ke rumah aja ayah pengen ngobrol-ngobrol sama orangnya langsung. Hmm.

Aku pun langsung memberi tahu ustadzah saya bahwa ayah ingin ikhwannya datang ke rumah, kebetulan ayah sedang libur kerjanya dan saya pun sedang di rumah.

Alhamdulillah agenda pertemuan dengan ayah pun lancar, beneran aja ikhwannya datang ke rumah dan ngobrol banyak sama ayah saya, semoga pertemuan kedua ini semoga berkah, aamiin.

Juli-Ramadhan
Mungkin betepatan dibulan suci Ramadhan kali yahh, saya menunggu ada kabar dari beliau lagi dan ustadzah saya tapi ternyata tidak ada kabar tentang beliau, hiks..hiks..hiks. sehingga bersabar itu lebih baik saya lakuin dari pada galau hehe...

Agustus
Proses taaruf dilanjutin lagi alhamdulillah, walau cukup sedikit berliku-liku jalannya tapi Allah mudahkan, alhamdulillah.

September
Ketemuan keluarga besar saya dan beliau, alhamdulillah lancar walau diawal sempat bingung juga nanti acaranya ngapain aja hehehe, alhamdulillah walau singkat tapi cukup berkesan buat saya dan keluarga, keluarga kita saling kenal dan langsung menentukan tanggal walimahnya mau kapan. Alhamdulillah Allah sebaik-baik rencana dan manusia hanya bisa berikhtiar saja. Ya Allah semoga berkah, niatku untuk ibadah melaksanakan syariat agamaMu dan mengikuti sunnah RasulMu dalam membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah,  dan warohmah, aamiin.

Mohon doa terbaik dari semuanya, semoga penulis dimudahkan untuk menyempurnakan separuh Diennya ditahun ini, aamiin.

" Ya Allah, Engkau tahu bahwa hati ini telah terhimpun dalam kecintaan kepadaMu, telah berjumpa dalam menaatiMu, telah bersatu dalam dakwah kepadaMu, telah terjalin dalam membela syariatMu, maka teguhkanlah, Ya Allah ikatannya..."

Bogor, 28 September 2014
Alzena Valdis Rahayu


Kamis, 21 Agustus 2014

Kenanganku di Bulan Ramadhan

Ada perasaan rindu dan ingin bertemu lagi di bulan Ramadhan. Semoga Allah mempertemukan ku lagi dengannya ditahun depan. Aamiin Ya Rabb. Rindu ramadhan. Sangat rindu.

Malam itu aku dimudahkan Allah untuk itikaf di Masjid Al-Hurriyah IPB walau cuaca tidak bersahabat karena sejak menjelang isya hujan sudah mengguyur kotaku. Alhamdulillah. Allahumma shoyiban na'fian. Aku memang sudah niat sama Allah untuk itikaf malam itu, jadi memang bener segalanya diniatkan karena Allah. Jika niat kita baik maka Allah pun akan memudahkannya.

Kembali pada malam ramadhan yang gerimis. Peserta itikaf  saat itu paling banyak dihadiri dari kalangan mahasiswa tapi ada beberapa segelintir ibu-ibu pun datang untuk berdiam diri di Masjid sambil membawa anak-anaknya yang masih kecil juga. Dan aku pun menjumpai ibu yang sungguh semangatnya luar biasa untuk itikaf beliau dengan membawa tas besar  dan aku penasaran sambil menghampirinya dan menyapa terlebih dulu. Ternyata setelah kenal dan kita semakin akrab hingga aku pun dianggap beliau sebagai cucunya, hehehe. Aku pun memanggil beliau dengan sebutan eyang. 

Ada yang membuat aku iri dengan semangatnya eyang untuk belajar Al-Qur'an. Jadi ceritanya gini, di malam itikaf itu eyang meminta saya untuk mengajari ngaji walau sebenarnya saya juga masih belajar. Karena penglihatan eyang sudah tidak jelas lagi jadi eyang hanya bisa belajar dari ucapan orang yang mengajarinya. Tapi aku sendiri nggak pede masalahnya ilmu aku untuk ngajari eyang nagaji masih kurang. Tapi karena ini amanah jadi saya pun mau ngajarin eyang mengaji. Tapi subhanallah banyak ibrah yang dapat saya petik dari ketika saya bertemu dengan eyang. Salah satunya saya jadi semangat lagi untuk tilawah sambil mentadaburi ayat-ayatnya. karena itu yang dilakukan eyang kalo mengaji, eyang selalu menghafal artinya juga.

Terima kasih eyang sudah mengingatkan aku untuk lebih cinta Al-qur'an dan memahami maknanya. 


Bogor, Agustus 2014 
By. Alzena Valdis Rahayu

Kamis, 24 Juli 2014

Ramadhan Akan Segera Pergi

Malam ini sudah hari ke 27 Ramadhan. Apa yang sudah kita perbuat di malam 27 hari ini? Amalan baik apa yang sudah kita lakukan? Apakah lebih baik dari tahun lalu ataukah lebih buruk? Jika lebih baik maka bersyukurlah dan wajib kita pertahankan untuk dapat istiqomah dalam menjalanan ibadah-ibadah setelah Ramadhan berakhir. Jika lebih buruk maka banyak hal sia-sia yang telah kita lakukan selama ini, maka beristighfarlah. Astaghfirullah. Semoga waktu tersisa ini kita dapat terus berbenah diri  dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun menjadi pribadi yang lebih baik dan tentunya predikat takwa dapat kita raih. Aamiin Ya Allah.

Saudaraku mari kita sama-sama berinstropeksi diri, agar keberkahan di bulan Ramadhan ini dapat kita raih dengan penuh syukur dan ikhlas karena kita masih diberikan kesempatan untuk mencari keberkahan di malam kemuliaan "lailatul Qadr" yaitu malam lebih baik dari seribu bulan. Sebagaimana Al-Qur'an menerangkan pada kita bahwasanya Allah telah berfirman:

" Sesungguhnya telah kami turunkan Al-Quran pada Lailatul Qadr. Tahukah kamu apakah Lailatul Qadr itu? Lailatul Qadr adalah malam lebih baik daripada seribu bulan". (QS. Al Qadr: 1-2)

Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 3-5)

Terjadinya lailatul qadar di tujuh malam terakhir bulan ramadhan itu lebih memungkinkan sebagaimana hadits dari Ibnu Umar bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Carilah lailatul qadar di sepuluh malam terakhir, namun jika ia ditimpa keletihan, maka janganlah ia dikalahkan pada tujuh malam yang tersisa.” (HR. Muslim)

Semoga kita mendapatkan malam kemuliaan (Lailatul Qadr) karena Ramadhan akan segera pergi. Dan semoga ampunan dan ridhoNya dapat kita raih, dan berharap kita masih dipertemukan kambali Ramadhan tahun depan. Aamiin.


Bogor, 27 Ramadhan1435 H
Catatan Alzena Valdis Rahayu

Minggu, 29 Juni 2014

Saatnya Untuk Menikah

Alhamdulillah dibulan suci Ramadhan tahun ini. Bulan penuh cinta, bulan penuh kebaikan, dan bulan penuh keberkahan. Aku sering sekali mendapatkan nasihat pernikahan, masyaAllah indah betul nasihat yang saya dapatkan. Sebetulnya saya ingin sekali berbagi untuk kalian semua, tapi saya bingung mulai dari mana yahhh ceritanya??

Mungkin ditahun ini memang sudah saatnya saya untuk menikah. Hmm.. yahh persiapan demi persiapan sudah aku coba dari mulai membaca buku, artikel, menambah imu dengan ustadz dan ustadzah, sharing dengan sahabat dan sebagainya. Tinggal menunggu aplikasinya aja nih, hehehe. Mohon doanya yahhhh, semoga dimudahkan. Aamiin...aamiin..aamiin :)

Sebenarnya memang pernikahan itu mudah dan berkah. Namun terkadang ada saja ujian seseorang yang harus dilewatinya, dan mungkin Allah sedang menguji hambaNya untuk lebih belajar bersabar karena ketika sudah berumah tangga pun kita tidak selalu yang dikasih indah-indahnya saja tapi ada kalanya ujian rumah tangga pun menghampiri maka sikap bersabar lebih diutamakan. Bukankah begitu saudaraku?? 

Sebelumnya ada ustadz yang telah memberikan nasihat kepada saya terkait pernikahan, beliau bilang ketika ada ikhwan yang ingin serius hendak melamar untuk menikah, maka kriteria memilih calon suami yang sudah ustadz sampaikan ketika itu harus sudah terpenuhi. Dan jangan terlalu terburu-buru untuk menerimanya dan menolak. Karena dalam hadist dijelaskan bahwasanya.
  
“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)

Karena posisi akhwat itu hanya bisa menerima dan menolak. Berbeda dengan ikhwan dia bisa memilih siapa saja yang akan menjadi teman hidupnya.

Oleh karena itu saya harus menimbang betul-betul untuk memantapkan bahwa calon suami saya kelak adalah sesuai dengan kriteria. Kriteria yang saya maksud adalah hubungannya dia dengan Allah itu bagaimana? mungkin dapat dilihat dari segi (agamanya) karena suami itukan dalam berumah tangga pemimpin. Selain pemimpin ia juga adalah pembimbing istri dan keluarganya hingga ke syurgaNya. Allah pun sudah menerangkan pada kita semua dalam firmanNya yaitu:

"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api nerak" (Qs. At-Tahrim:6)


Kemudian calon suami saya sudah dapat mencari nafkah yang halal dan thoyyib untuk kebutuhan istri dan anak-anaknya kelak, dan terakhir adalah akhlaknya baik dan islami karena sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik, kasih dan lemah lembut terhadap isterinya.”

Bisa diinget kan yahh!!! Nah saya tulis kembali deh rumusnya dalam menentukan pasangan hidup itu kriterianya apa aja :) sebenarnya kriteria ini merujuk pada sabda Nabi SAW yaitu:

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda :“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi). Sama halnya dengan akhwat apabila memilih calon suami.


Ada nasihat dari ustadz jika kita menginginkan Rumah Tangga yang sakinah mawadah dan wa rahmah. Bagaimana caranya??? Yuukk kita simak dibawah ini  :)

3 Kewajiban Suami (hak istri):
  • Menjaga diri & keluarganya dari siksa api neraka (Qs. At-Tahrim:6)
  • Memberi nafkah yang halal dan thoyyib
  • Mempergauli istri dengan ma’aruf
3 Kewajiban Istri (hak suami):
  • Mentaati suami di jalan Allah
  • Memelihara serta menjaga kehormatan diri, keluarga, dan hartanya
  • Berakhlak mulia pada suaminya
3 Kewajiban Bersama (hak bersama):
  • Mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah
  • Bekerjasama melahirkan anak-anak yang shalih dan shalihah
  • Bekerjasama dalam perbaikan ummat (dakwah) 
3 Ukuran Kesuksesan Berumah Tangga:
  • Akidah/ keimanan meningkat
  • Ibadah meningkat
  • Kinerja dakwah meningkat (Qs. Ali Imran: 110)  
(Sumber: Ustadz Achmad)

Nah selain itu juga, saya lagi-lagi mendapatkan nasihat tentang pernikahan. Beliau menasihati saya kurang lebih seperti ini. Ketika sudah memutuskan untuk menikah, bahwasanya nanti bukan semangat menerima saja tetapi harus semangat untuk memberi. Maksud ustadzah adalah semangat untuk memberi itu, agar kita sebagai istri tidak selalu banyak menuntut sama suami. Karena kebanyakan ketika suami tidak memiliki apa yang diinginkan istri terkadang istri selalu menuntut ini dan ini. Padahal kan menikah itu untuk saling melengkapi, saling berbagi dan saling memberi satu sama lain. Bukankah ketika sudah menikah itu saling menguatkan antar pasangan? maka benar nasihat ustadzah bahwasanya kita harus lebih banyak memberi bukan menerima. Selain itu juga ustadzah berbagi tips cara mendidik anak, pokonya tentang bagaimana caranya mengatur rumah tangga yang baik hingga bermasyarakat, subhanallah walhamdulillah siang itu saya banyak-banyak bersyukur sama Allah telah dipertemukan ustadzah yang baik, selain menjadi ibu rumah tangga beliau juga aktif dimasyarakat.

Bogor, 29 Juni 2014
Catatan Alzena Valdis Rahayu



Selasa, 24 Juni 2014

Silaturahim membawa Berkah

Sudah lama rasanya saya tidak pulang ke rumah, hari itu juga aku putuskan untuk pulang, kebetulan adik saya yang kedua pun sedang sakit. Dengan niat akhirnya aku pulang di hari Ahad siang, sesampai di Serang sudah mulai senja. Alhamdulillah tiba magrib aku sudah berada di kota Cilegon, sejenak menghampiri Masjid Indah yang ada di kota Cilegon, namun sayangnya masjid ini semenjak dulu tidak ada perubahan, yah masih sama seperti dulu baik luar maupun isinya.

Ketika saya hendak solat magrib, aku dipertemukan oleh kawan lama saya temen seperjuangan di Untirta, kami semua terkejut, dan akhirnya kedua kawan saya menunggu di pelataran masjid, menunggu saya selesai solat. Subhanallah ketika kami berbincang sebentar ada hikmahnya dibalik pertemuan itu, kita saling menanya kabar dan berbagi info, saya pun tak lupa berbagi kabar bisnis saya yang terbaru  hehehe "Rahayu Collection" Alhamdulillah  kawan saya pun tertarik dan ingin ikut menjadi reseller saya, pertemuan yang singkat itu membawa berkah. Kedua kawan saya semangat untuk berbisnis juga akhirnya.


Yukkk sahabat, bagi kalian yang berminat dengan Gamis Jersey & kerudung bermotif bahan sifon fine bisa diorder sekarang juga yahhhhhh dan invite PIN BB saya 7664AB43 atau follow instagram saya @alzenavaldisrahayu

Menyambut Ramadhan kali ini dengan tampil cantix nan syar'i :)


Cilegon, 24 Juni 2014
Catatan Alzena Valdis Rahayu

Jumat, 20 Juni 2014

Sambut Ramadhan dengan Ilmu

Ketika siang itu, saya berada di kampus tepatnya di Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB untuk mengurusi jadwal sidang komisi saya yang sempat tertunda beberapa hari yang lalu, sambil menunggu dosen, saya pun meluangkan waktu saya untuk mengikuti pengajian ibu-ibu yang secara rutin dilaksanakan setiap jum'at. Kali ini ustadzah datang cukup terlambat. Sehingga ibu-ibu sebelum pengajian dimulai pada sibuk mengambil hidangan yang sudah tersedia, cukup banyak makanan yang dihidangkan kali ini. Dan saya pun ikut mencicipinya hehe. Sambil menunggu kedatangan ustadzah saya pun sibuk mempromosikan dagangan saya yang terbaru yaitu menjual kerudung bahan "sifon fine". Alhamdulillah ditengah ibu-ibu yang rame dagangan saya jadi laku. Alhamdulillah.

Setelah ustadzah datang di ruang sidang FATETA akhirnya saya pun fokus duduk didepan mendengarkan ceramah beliau. Kali ini temanya adalah tentang "Menyambut Bulan Ramadhan". Sebelum datang bulan Ramdhan memang kita dianjurkan untuk tahu terlebih dahulu ilmunya. Karena mengetahuinnya ilmunya sangat penting sebelum kita melakukan amalnya. Mungkin flash back aja yah dari ilmu yang saya dapatkan akan kembali saya share di blog ini, semoga bermanfaat :)

Bulan Ramadhan adalah bulan kebaikan, oleh karena itu dalam bulan ramadhan ini banyak sekali amalan-amalan yang dilipatgandakan sama Allah SWT. Oleh karena itu saat Ramadhan tiba setidaknya kita sebagai umat islam akan merasakan gembira dan senang saat menyambutnya. Dan kita pun perlu merenung apakah Ramadhan yang tahun lalu sudah bener-bener kita jalankan dengan baik? jika belum maka menjadi keharusan untuk kita di Ramadhan yang baru ini dengan bener2 menjalankannya dengan baik karena Allah. Selain merenung juga kita pun harus tahu dan bener2 memahami rukun2 puasa, makna puasa di Bulan Ramadhan. 

Puasa adalah ibadah milik Allah, sehingga orang yang berpuasa akan dibalas langsung sama Allah SWT. Berbeda dengan ibadah lainnya mungkin jika kita solat, sedekah maka akan langsung terasa pahala yang kita rasakan saat itu juga. 

Sebagaimana Allah telah berfirman dalam ayat-ayat cintaNya:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah ia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jia ia tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Baqarah: 183-184). 

Dalam hadis qudsi Allah Ta’ala berfirman,
Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya.” (muttafaq ‘alaihi).

Dalam hadist diatas adalah menerangkan tentang keutamaan ibadah puasa. Allah secara langsung menyatakan bahwa puasa dapat memberikan kebahagiaan pada hati orang-orang yang melaksanakannya. Beban saat berpuasa menahan segala keinginan syahwat kelak berakhir dengan berjuta kebaikan yang menyenangkan, baik di dunia, maupun di akhirat saat bertemu dengan Rabbnya.

Syarat sahnya puasa terdiri:
  1. Dalam keadaan suci dari haidh dan nifas.
  2. Berniat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa siapa yang tidak berniat sebelum fajar, maka puasanya tidak sah.

Rukun Puasa:

Menahan diri dari berbagai pembatal puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam.” (QS. Al Baqarah: 187).


Sunah-sunah Puasa:
  1. Untuk mendapatkan sunahnya maka sahur dilakukan diakhir mendekati waktu imsak.
  2. Mempercepat berbuka puasa.
  3. Berdoa ketika berbuka puasa.
  4. Memberikan makan kepada orang yg sedang berpuasa.
  5. Berbuka dengan kurma. 
  6. Lebih banyak berderma pada saat Ramadhan. Dalam menghiasi puasa kita agar lebih bermakna, maka dianjurkan untuk memperbanyak tilawah Al-Qur'an, bersedekah, solat tarawih, memperbanyak doa, karena doa orang yang berpuasa itu mustajab, dzikir, itikaf, dakwah dan tarbiyah.
Dalam mengakhiri bulan Ramadhan maka dilakukan dengan baik pula, seperti melaksanakan puasa sunah enam hari di bulan syawal. Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim).


Demikian ilmu yang saya dapatkan seputar Ramadhan, semoga bermafaat jika ada yg kurang mohon dimaklumi karena waktunya sangat terbatas sehingga kita perlu mencari lagi :)


#SemangatRamadhan saudaraku :)


Bogor, 21 Juni 2014
Catatan Alzena Valdis Rahayu






Rabu, 18 Juni 2014

Aku Harus Move On !!!





Malam ini aku ingin cerita tentang ayahku yang hebat. Aku kagum dengan kepribadian ayahku, beliau begitu sabar, perhatian, bekerja keras, dan terkadang ayahku cukup tegas kalau mengambil suatu keputusan. Semenjak ibuku meninggal aku jadi semakin dekat dengan ayah, segala masalah yang aku hadapi aku ceritakan ke ayahku walaupun terkadang aku berusaha untuk menutup-nutupinya, tapi ayahku tahu kalau aku sedang punya masalah. Ohhh ayah aku rindu padamu.

Ayahku biarpun sekolahnya cuma lulusan SMP tapi menurutku ayahku itu lulusan sarjana, yahh aku kagum dengan sikap ayah yang selalu bilang mencari ilmu itu penting dari segala-galanya biarpun ayah tidak punya uang, ayah rela untuk mencari uang sana dan sini untuk kepentingan kalian. Jadi terenyuh saat mengingat nasihat itu, aku semakin sedih rasanya kalau aku belum bisa membahagiakan ayah. Allahku izinkan aku membahagiakan ayah walau memang aku sering banyak mengecewakannya.

Suatu hari ayah pernah memotivasi aku ketika aku sedang futur, motivasinya membuat aku semangat kurang lebih seperti ini;

"Kata Ayah tetep semangat dan sabar, insyaAllah bentar lagi cita2nya segera dikabulkan sama Allah, aamiin"

Aku jadi move on lagi saat ayah menasihati aku seperti itu, gimana tidak futur aku memang sudah berusaha dengan optimal tapi memang kenyataannya Allah belum mengizinkan aku untuk segera.

Memang hidup itu penuh ujian namun tak ada salahnya kan kita menunggu keputusan Allah dengan sabar, jika Allah belum menakdirkan kamu untuk segera... maka belum, mungkin suatu saat nanti kamu juga pasti akan merasakannya. Kata sahabat saya bilang semua ada waktunya, nikmatin aja, dengan kegiatan positif dan beramal kebaikan.

Aku pun sering menasihati diri sendiri bahwasanya " Kunci orang beriman sukses itu bersabar ketika ia mendapatkan ujian".

Yahh dari pada mengeluh mending kita bersabar. Aku yakin setiap ujian dariNya pasti akan mengandung hikmah, karena Allah Maha Mengerti apa yang terbaik untuk hambaNya, tetep semangaattttttt dan tersenyum :)


 Dramaga, 18 Juni 2014
 Catatan Alzena valdis Rahayu

Senin, 16 Juni 2014

Sedekah Ekstrem

Hmm...seger bingiits minum jus wortel campur lemon, jadi melek deh mata, semangat nulis maksudnya hehehe.

Oyahh saya ingin berbagi pengalaman saya saat mengikuti seminarnya Mas Iphho di Masjid At-Taqwa, Balai Kota Bogor. Denger-denger sihh kata temen saya kalo ikut seminarnya Mas Iphho itu nyampe jutaan loh berhubung seminar ini diadakan oleh Dompet Dhuafa dan IPB Entrepreneurs Community jadi acaranya gratiiiiiiis dehh. Alhamdulillah...alhamdulillah...alhamdulilllah.

Oke langsung aja yahh:
Ada beberapa point penting yang saya inget dalam menjemput rezeki kita, menurut Mas Ippho ada rumusnya kawan, aku ingetnya itu ada 7D antara lain:
  1. Dagang
  2. Doa
  3. Dhuha
  4. Dzikiir
  5. Derma
  6. Duit
  7. Dahsyat
Yahh rumus 7 D diatas salah satu cara kita mendatangkan rezeki dengan kilat. Terus inget juga kawan kalo ingin rezekinya lebih banyak yang kita terima maka jangan lupa sedekahnya itu harus ekstrem yahh namanya "sedekah ekstrem" maksundnya sedekah yang tidak biasanya kita lakuin. Paham kan maksudnya. Jadi kalo biasanya sedekah 10ribu perhari maka coba dehh sekali-kali sedekah dengan 100ribu per hari. Walaupun banyak tapi yakin Allah pasti akan balasnya kan Allah Maha Kaya, baik yang secara ikhlas maupun tidak ikhlas Allah pasti akan kasih lagi karena itu sudah janji Allah.

 Ayat keren yang menambah motivasi buat kita bersedekah  :)

“Mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad): apakah yang akan mereka belanjakan (dan kepada siapakah)? Katakanlah: “Apa jua harta benda (yang halal) yang kamu belanjakan maka berikanlah kepada: Kedua ibu bapa, dan kaum kerabat, dan anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, dan orang-orang yang terlantar dalam perjalanan. Dan (ingatlah), apa jua yang kamu buat dari jenis-jenis kebaikan, maka sesungguhnya Allah senantiasa mengetahuiNya (dan akan membalas dengan sebaik-baiknya).” [QS. Al-Baqarah: 215]

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” [QS. Ali Imran: :92].

"Allah melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya" [QS. Saba: 39]. Dan jika disedekahkan, maka tidak berkurang karena Allah akan menggantinya.

Nabi Saw pun bersabda: “Tidak ada hari yang disambut oleh para hamba melainkan di sana ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang-orang yang berinfaq sedangkan (malaikat) yang lainnya berkata.Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang-orang yang menahan (hartanya)”. (HR Bukhari-Muslim).


Selamat bersedekah kawan ^__^


Bogor, 16 Juni 2014
Catatan Alzena Valdis Rahayu




Sabtu, 14 Juni 2014

Berbagi itu Menyenangkan

"Berbagi tak pernah rugi justru mendatangkan kebahagiaan bagi yang gemar berbagi"

Sebetulnya quote diatas itu memberikan motivasi buat saya pribadi sihhh hehehe, semoga dengan kalian juga yahhh :) 

Menurutku berbagi itu tidak hanya sebuah materi saja yang harus kita berikan. Sebenarnya banyak cara untuk kita berbagi. Apapun yang kita miliki saat ini, entah itu berupa ilmu, nasihat, informasi, cerita, pengalaman, dan sebagainya bisa kita share dengan orang lain karena dengan berbagi juga ada persaan jiwa yang sangat menentramkan dihati buat yang suka berbagi dan karena berbagi juga salah satu perbuatan yang baik yang sangat dianjurkan dalam pribadi seorang muslim, untuk dapat meringankan beban orang lain ketika sedang menghadapi suatu kesulitan.

Nah contohnya, mungkin ada dari kita yang diberikan kelimpahan rezeki berupa harta yang cukup banyak oleh Allah, maka selayaknya  kita bisa berbagi dengan harta itu untuk digunakan dijalan Allah misalnya memberi sebagian harta kita untuk kita infakkan kepada orang yang kurang mampu atau ada temen kita yang sedang kesulitan untuk membayar spp, dan masih banyak contoh lainnya. Bukankah harta yang kita miliki juga adalah punya Allah. Maka sudah seharusnya dalam diri kita untuk peduli dan berbagi untuk sesama. Dalam firmanNya Allah mengatakan:

Bandingan (derma) orang-orang yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji. Dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi Meliputi ilmu pengetahuanNya". [ QS Al-Baqarah:261]

"Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri, dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari keridaan Allah, dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedangkan kamu sedikit pun tidak akan dirugikan.” [QS Al-Baqarah: 272].

Atau ada juga yang suka berbagi dengan kisah pengalaman hidupnya yang membuat orang lain terinspirasi menjadi semangat sehingga orang tersebut mengalami perubahan hidupnya menjadi ke arah yang lebih oke. Atau ada juga yang punya keahlian disuatu bidang tertentu entah itu dibidang agama, pendidikan, ekonomi, pertanian maka sudah sepatutnya kita bisa berbagi ilmu ke orang lain, agar ilmu kita pun berkah. 

Dan Nabi pun mengajarkan kita untuk berbagi ilmu kurang lebih seperti ini kata-katanya
"Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat". [HR. Bukhari]

Yuuukkk, saatnya kita berbagi kawan inget dehh" semakin banyak kita berbagi maka kita pun akan semakin banyak menerimanya". yang pasti sihh kita akan dibalas sama Allah entah itu berupa kebahagiaan, kesehatan, atau pun kecukupan dalam hidupnya.

Oyah jadi inget kemarin saat berbagi cerita dengan dosen saya, dan saya cukup sedih karena memang saya pun tidak tahu kenapa ini terjadi pada diri saya, saya juga tidak mengerti data penelitian yang saya dapatkan itu tidak memuaskan artinya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Nah ketika saya berbagi cerita masalah saya tentang penelitian, dosen pembimbing saya, menasihati saya dengan bijak bahwasanya memang tidak ada penelitian yang sempurna hasilnya, karena ini kan baru dicoba Ririn, jadi ini bukan salah kamu, sudah paparkan saja di tesismu dengan apaa adanya, yang terpenting kamu sudah berusaha dengan baik dari pekerjaanmu. Hmm, alhamdulillah saat itu aku langsung senyum manis.

Ternyata memang benar kan saat kita berbagi ada titik terang yang dapat kita selesaikan dengan baik dan sedikit melegakan perasaan dihati dan sekaligus menambah motivasi juga.


Mari berbagi kawan :)

Dramaga, 14 Juni 2014
Catatan Alzena Valdis Rahayu