Rabu, 21 Maret 2012

Starts Of Dreams



On the way to graduate lecture room, I stared at the lush green trees like Alstonia sholaris, Carica papaya, Cocus nucifera about 15 meters tall and beautiful birdsong in the morning. I went through other departments. The distance from the campus kosanku only about fifteen minutes. Alhamdulillah not so much that I did not rush to enter the lecture room on the third floor.

Monday is the day that make me because the spirit of this day I can meet a father of professors, lecturers, researchers, consultants, who guide us all, he was professor of Fateta IPB. Each of his words convey useful knowledge and make us all motivated. I also very interest, with a personality as he explained, and he also lectured on their religious, then we are all speechless listen to the charm of his experience. There is which made us astonished, as he explained in between lectures research methodology, he gave the motivation to vigorously he says be beneficial to the nation's children, many thanks, the knowledge that you get do not forget to resume practicing in order to be useful, must not be arrogant, self-discipline will work,humble, many tried, and much curiosity is high, so give us a lot of usefulness.

Before he came to the college campus or provide the material to us, he used to go to the mosque to attend the study of Islam in the realm of Islam very increse after dawn prayers at about the environment. He figures that I like is humbble, many of his insights, experience, guiding pokonya really like the father and son.

He gives his experience abroad during college, a lot of work experience, organizational experience as well, the experience of his family, and others quite a lot of lessons that I got from the figure of him. His full name is Prof. Dr.Ir. Endang Gumbira Sa'id, MADev. A familiar name that is often called the Pak Egum. He was born in Subang, May 21, 1955. I am so grateful to meet directly with him and share. He holds a PhD in chemical engineering (1992) from University of Queensland, Australia and the master Master of Agricultural Development (1983) State University of Ghent, Belgium. He now gets amanahnya as chairman MAKSI (Perkelapa sawitan Indonesia Society).

So a bit of my experience in college with great professors extraordinary achievements he will get. I hope can motivate and beneficial for all.


IPB Campus Dramaga, March 21, 2012
Ririn Rahayu. The author is grateful to all the blessings that Allah gave so much. Here the author to gain experience and new knowledge is infinite, may Allah always give me the strength to seek knowledge because all I did to get ridhoNya. Thank you All that has given me support and prayer.

Senin, 12 Maret 2012

Mimpi yang Aneh


Sepulang dari tempat kuliah aku menginap ditempat saudara baru ku namanya Bunga. Dia orang yang pertama kali aku ajak diskusi saat aku kuliah di teknologi industri pertanian IPB, orangnya ramah, baik, dan hampir mirip dengan karakterku. Hehe. Aku baru pertama kali menginap ditempatnya walau sudah mengenal lama hampir enam bulan, tepatnya di belakang BOTANI SQUARE salah satu mall terbesar di Baranang Siang milik IPB.


Indahnya kota Bogor dengan bulan sabit yang terang di malam itu, kita pun larut dalam canda dan tawa sambil dinner bersama. Aku menemani saudaraku sangat senang rasanya dimulai dengan diskusi yang ringan sampai yang berat. Apakah itu? Haha....Sssssttt gak boleh ada yang tahu. Afwan, please forgive me.


Hampir jam sebelas malem aku membaca buku yang disarankan oleh saudara baruku. “Nggak boleh malu untuk membacanya, ini sudah waktunya kita banyak tahu tentang hal itu,” Bunga ngomel padaku dengan sedikit bercanda. Aku pun menurutnya. Ceritanya sungguh menarik, membuat aku banyak tahu tentang hal itu. Hohoo..


 Last night I read the book straight dream ..... ohhh it feels like I'm really ashamed to tell here. Let me and Allah alone knows. Sorry yah. Hehe....

Selasa, 28 Februari 2012

Aku Rindu Kalian

Hari libur tepatnya tanggal merah kemarin, aku bersama teman-teman di Bogor khususnya pementor dan mentee (peserta mentoring) menuju Taman Nasional Gunung Halimun Salak atau Gunung Bunder baik ikhwan dan akhwat. Sungguh pesonanya pagi itu, baru pertama kali aku mendapat pengalaman baru refreshing di daerah Ciampea-Bogor Jawa Barat. Tempat wisata ini recommendeed, subhanalloh kerreeenn, viewnya nggak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata, aku terus bertasbih kepadaNya sambil memandangi dedaunan yang masih segar dan hijau serta terdapat pepohonan yang rindang nan indah diantaranya ada pohon damar (Agathis dammara), pohon pinus (Pinus perkusii), pohon cemara(Casuarina junghuniana) yang menjulang tinggi, serta beberapa pohon yang lainnnya. Selain itu juga ada beberapa air terjun atau curug yang menjadi tempat wisata dan paling banyak dikunjungi orang. Curug yang paling dikunjungi disini adalah curug Seribu. Selain curug Seribu ada juga curug-curug lainnya yang aku masih ingat adalah curug Ngumpet, curug Goa Lumut, dan curug Cihurang. Banyak tempat penginapan juga atau Villa yang menjadi pilihan orang-orang untuk stay sejenak disini. Kemarin cukup ramai terutama dari Jakarta dengan keluarganya untuk melepaskan penatnya di Villa. Serta rumah sederhana dan warung-warung kecil yang didirikan oleh warga aslinya yang tinggal menetap di sana, terlihat juga ladang hijau dengan beraneka ragam botaninya. Tak ketinggalan juga tempat ibadah juga ada disini yaitu Mushola yang bersih dan nyaman.

Suasananya dingin nan sejuk, tak lupa jaket atau sweater tebal selalu dikenakan. Pokoknya dingin banget deh suasananya. Kegiatan ini full refreshing di dalamnya ada training motivasi, diskusi, dan outbond. Sungguh menyenangkan bagi panitia maupun peserta. Tapi ada yang membuat aku sedih dan rindu bersama sahabatku, dan adik-adikku yang ada di sana, di sana, dan di sana. Menjemput Kenangan. Suasananya pernah aku alami bersama sahabatku dan adik-adiku disana. Dilantunkannya musik nasyid yang membuat kita semangat dan haru. Sekelumit pengalamanku.

Ketika masuk UNTIRTA, aku terjerumus dalam organisasi islam di kampus pada tingkat pertama namanya Lembaga Dakwah Kampus Baabussalam UNTIRTA. Benar-benar bersyukur aku bisa masuk di Lembaga ini bertemu dengan saudara tercinta yang punya semangat tinggi, baik, sopan, santun, ramah dan bersyukurnya bisa membawa aku lebih baik lagi dan mengingatkan kita kepada Alloh SWT. Rindu rasanya untuk berkumpul dengan mereka, saling senyum, salam dan sapa bila bertemu, jika ada kegiatan kita aktif terlibat menjadi peserta atau pun panitianya, pemateri yang luar biasa dihadirkan membuat aku termotivasi serta taujih-taujih yang disampaikan sehingga aku ingat akan kehidupan akhirat dan berkurangnya sifat sombong sebagai manusia dimuka bumi ini karena apa yang kita punya adalah pemberianNya.
Curhatku pada yang Maha Pemberi Segala Kenikmatan
Dengan air mata yang tak henti-hentinya berjatuhan saat pertama aku bergabung dengan saudara-saudara di Bogor, paling mengharukan lagi, kami terpisah dalam satu lingkaran yang indah disebut halaqoh (pengajian). Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, kedua kata ini tidak bisa terpisah. Kini yang aku alami sekarang, dengan saudara baru, murobiah baru, materi baru, amanah baru, targetan baru, suasana baru, lingkungan baru dan serba baru. Menyesakan dada memang berpisah dengan kalian. Ohhh sahabat, apakah kau pun demikian memiliki perasaan yang sama dengan apa yang aku alami disini??? Semoga ini yang terbaik untuk kita semua. Aku tidak tahu kapan kita bisa bersama-sama seperti dulu lagi.

Ya Alloh kenapa Kau pisahkan aku dengan mereka....
Sejujurnya aku tak sanggup untuk berpisah
Aku sayang mereka....
Mereka adalah sahabat terbaik yang aku miliki....
Yang memberi aku ilmu, cerita, canda, tawa, kesedihan, kebahagiaan, ketenangan, dan motivasi
Kalau pun Kau menggantikan mereka
Tidak ada yang sama dengan sahabatku ini
Ya Robb jangan pisahkan kami...
Tolong jangan pisahkan ...
Aku rindu lingkaran itu....

“AKU RINDU”
Dikutip dari ustadz kita (alm. Ust. Rahmat Abdullah)

Aku Rindu Zaman...
Ketika Halaqah adalah Kenikmatan, Bukan Sekedar Sambilan Apalagi Hiburan
Aku Rindu Zaman....
Ketika Membina adalah Kewajiban, Bukan Pilihan Apalagi Beban dan Paksaan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Dauroh Menjadi Kebiasaan, Bukan Sekedar Pelengkap Pengisi Program yang Dipaksakan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Tsiqoh Menjadi Kekuatan, Bukan Keraguan Apalagi Kecurigaan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Tarbiyah adalah Pengorbanan, Bukan Tuntutan, Hujatan dan Objekan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Nasehat Menjadi Kesenangan, Bukan Su’udzhon atau Menjatuhkan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Kita Semua Memberikan Segalanya Untuk Dakwah Ini
Aku Rindu Zaman...
Ketika Nasyid Ghuraba Menjadi Lagu Keseharian
Aku Rindu Zaman...
Ketika Hadir Liqo adalah Kerinduan dan Terlambat adalah Kelalaian
Aku Rindu Zaman...
Ketika Malam Gerimis Pergi ke Puncak Mengisi Dauroh dengan Ongkos Terbatas dan Peta Tak Jelas
Aku Rindu Zaman...
Ketika Seoarang Ikhwah Benar-benar Berjalan Kaki 2 jam di Malam Buta Sepulang
Tabligh Dakwah di Desa Sebelah
Aku Rindu Zaman...
Ketika Pergi Liqo Selalu Membawa Infaq, Alat Tulis, Buku Catatan dan Qur’an
Terjemah ditambah Sedikit Hafalan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Binaan Menangis Karena Tak Bisa Hadir di Liqo
Aku Rindu Zaman...
Ketika Tengah Malam Pintu Diketuk untuk Mendapat Berita Kumpul di Subuh Harinya
Aku Rindu Zaman...
Ketika Seorang Ikhwah Berangkat Liqo dengan Uang Belanja Esok Hari untuk Keluarganya
Aku Rindu Zaman...
Ketika Seorang Murabbi Sakit dan Harus dirawat, Para Binaan Patungan Mengumpulkan Dana Apa Adanya
Aku Rindu Zaman Itu...
Yaa Robb… Jangan Kau Buang Kenikmatan Berdakwah dari Hati Kami
Yaa Robb… Karuniakanlah Kepada Kami,Keistiqamahan di Jalan Dakwah Ini

“Selalulah bersama kebenaran, walau pun engkau sendirian, teruskan perjuanganmu, jadilah yang terbaik ”. Kata ini yang membuat aku survive.
Koq jadi sedih sihh (hiks..hiks..hiks)?? Afwan yahh. Aku teringat dalam memori, kenangan itu selalu ada sampai kapan pun. Mungkin cukup sekian ceritanya, thank you sudah mau membaca curhatan penulis. Hehe.

Disudut kamar, Bogor 26 Februari 2012

Ririn Rahayu sedang kangen dengan sahabat-sahabatnya yang kini agak jauh karena jarak yang memisahkan. Serta adik-adikku yang manis penuh semangat dalam mencari ilmu. Aku sayang kalian semua karena Alloh swt semoga Alloh senantiasa menjaga keistoqomahan kita, di manapun kita berada. Aamiin ya Robbal’alamin.

Selasa, 07 Februari 2012

Aku Cemburu 2

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, tetapi untuk belajar mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang SEMPURNA.



HARI berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan pun membentuk tahun. Tak terasa rasanya baru kemarin kita berdiskusi bareng, bercanda bareng, bertemu untuk saling menguatkan dan mengingatkan kepada Alloh. Kini sahabatku mendahuluiku, akan segera menikah di bulan Februari ini tanggal 11 tahun 2012 insya Alloh aku akan hadir ukhty dimomen bahagiamu. Senyum indah terukir diwajahnya saat ia datang ke rumahku dengan membawa beberapa undangannya yang sudah tertulis nama lengkap kerabat yang tertera dalam buku undangan pernikahan. Ini berita yang mengharukan, sekaligus mengejutkan dan bahagia karena sahabatku akhirnya akan segera menyempurnakan agamanya. Semoga Alloh meridhoimu dan aku segera menyusulmu ukhty. Harapanku. Niat dan persiapan memang yang menjadi modal utama untuk menikah. Ada beberapa saudara yang belum berani menikah karena beberapa reason, sebenarnya dari pengalaman sahabatku yang sudah menikah adalah azam yang kuat. Insya Alloh akan segera dipermudah semuanya. Aku cemburu lagi, kawan. Hiks..hiks.

“Ya Alloh hanya engkau yang Maha Mengetahui siapakah jodohku nanti?” Manusia hanya bisa berencana, berikhtiar, berdoa dan bertawakal. Aku tahu semua sudah di atur oleh Alloh baik jodoh, rezeki dan kematian. Alloh yang Maha Pengasih pasti memberikan yang terbaik untuk kita semua, sesuai dengan amalan yang kita lakuin setiap harinya. Jadi ingat lagunya Ayu Shita dalam Film Ketika Cinta Bertasbih “Tuhan beri aku cinta”. Yupz, hanya kepada Alloh saja kita meminta.
Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya

Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu
Itu kesamaan...
Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan
Itu keseimbangan...
Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman
Itu kegenapan...
Tapi, satu hal yang tetap sama
Mereka cocok karena bertasbih memuji Alloh
Seperti segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi,
Ruku’ pada keagunganNya
(Salim A Fillah Jalan Cinta Para Pejuang)

Saat liburan kemarin menjelang tahun baru tanggal 31 Desember 2011 di Aula RS. Sari Asih Serang-Banten. Aku mengikuti acara seminar parenting yang di adakan anak KAMMI Untirta Serang. Ada beberapa materi yang terkait dengan hal ini. Pembicaranya cukup persuasif dalam penyampaian materinya, mungkin ada diantara peserta seminar jadi semangat untuk segera menikah usai acara tersebut. Senyumku saat itu ketika memandang salah satu peserta seminar. Beliau bilang,”Cinta akan tumbuh setelah menikah.” Heu...benar nggak sihh, yang sudah menikah?? Ayo jawab. Beliau menambahkan nggak perlu khawatir jika memang kita yang tidak berpacaran dalam memilih calon suami atau isteri.

Ingatlah dalam surah An-Nur ayat 26 “Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)”.

Jika kita ingin mendapat pasangan yang baik, jadikan diri kita baik terlebih dahulu. Jika ingin mendapatkan suami yang sholeh, jadikan diri kita sholeha terlebih dahulu, dan sebaliknya. Bagaimana menuntut suami kita akan seperti Ali? Sedangkan kita tidak sekualitas Fatimah. Bagaimana mungkin kita berharap suami sekokoh Ibrahim As? Sedangkan kita tak setabah Sarah dan Hajar.

Semoga Alloh swt memberikan jodoh yang terbaik untuk kita semua. Aamiin.


Cilegon Sejuk, 5 Februari 2012

Ririn Rahayu sedang menunggu dan menunggu. Insya Alloh aku akan menyusul juga. Aamiin ya Robbal’alamin^_^. Tulisan ini untuk sahabatku yang ada di Cilegon, yang tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya semoga Alloh mempermudah langkahmu ukhty. Barakallohu laka wa baarakallohu a’laika, wa jama’a bainakuma fii khoiir.