Kamis, 19 Desember 2013

Rindu Ibuku Tercinta





Rindu yang begitu amat dalam
Tak ada yang mampu mengobati rasa rinduku padamu
Aku selalu dan selalu rindu padamu
Ohh Ibuku....
Maafkan anakmu belum mampu membahagiakanmu
Hingga kau pergi untuk selama-lamanya
Namun ku selalu memohon kepadaNya
Agar ku tetap bisa menjadi anak yang berbakti
Walau kini kau sudah tiada
Hanya doa yang selalu terucap disetiap nafasku untukmu
Ya Rabbku, ampunkanlah dan bahagiakanlah untuk ibuku tercinta
Dan izinkan ku untuk dapat bertemu kembali di syurgaMu yang indah
Agar ku dapat memeluknya lagi,
menciumnya dan bercanda lagi dengannya,,,,
Ohhh Ibu...aku rindu padamu,
Tunggu aku di syurga....


Bogor, 19 Desember 2013
By. Alzena Valdis Rahayu

Selasa, 17 Desember 2013

Bagaimana caranya untuk mendapatkan Hidayah dari Allah

  • Bissmillah pagi ini saya ingin share ttg bagaimana cara kita utk mendapatkan dari Allah. Simak yahh :)
  • dari pemaparan ustadz yg saya ikuti bahwasanya ada 4 cara kita utk mdptkan dari Allah yaitu:
  • 1/4 Bersemangat dlm menuntut ilmu syar'i, spt menghadiri majelis ilmu
  • 2/4 Mengamalkan ilmu yg kita dapat dg sungguh2
  • 3/4 Berdoa siang-malam kpd Allah utk memohon
  • 4/4 Tawadhu terhadap kebenaran
  • Smg bermanfaat dan kita dapat terus istiqomah, aamiin :)



Selasa, 10 Desember 2013

Dokter Muda Menuju Pelayanan Kesehatan Indonesia yang Bermutu

 Meningkatnya mutu pelayanan kesehatan yang buruk sering kali kita dapatkan dari berbagai kasus yang ada di rumah sakit di Indonesia. Hal ini sering terjadi pada saat kaum dhuafa atau miskin yang hendak berobat, banyak sekali perlakuan yang tidak semestinya dirasakan oleh pasien yang sedang sakit. Seperti mempersulitkan biaya administrasi pada saat mendaftar berobat dan respon yang kurang baik. Miris sekali memang pelayanan rumah sakit yang ada dikita saat ini. Seharusnya pihak rumah sakit lebih mengedepankan rasa sosial yang tinggi terhadap kaum dhuafa atau miskin yang berstatus ekonomi rendah agar dapat meringankan bebannya yang dirasa sangat mahal. Selain itu juga masalah yang sering dihadapi saat ini adalah kurangnya dokter yang berkompeten dibidangnya dalam menangani pasien. Hal ini terjadi pada saat dokter muda yang seharusnya belum siap akan pengetahuan dan pemahamannya, namun justru sudah diberikan izin menangani pasien sehingga perlu adanya pendampingan bagi dokter muda dari senior agar tidak terjadi kesalahan fatal dalam mendiagnosa si pasien. Karena sebelumnya hal ini bisa terjadi ketika dokter diberikan kepada setiap lulusan fakultas kedokteran tanpa harus mengikuti uji kompetensi. Namun menurut Gufron Wakil Menteri Kesehatan, dalam undang-undang baru seluruh lulusan fakultas kedokteran harus uji kompetensi dan mendapatkan gelar dokter serta izin praktik. Kemudian hal senanda dari pemerintah bahwa perlunya membenahi kualitas dokter dengan memperketat persyaratan menjadi dokter dari setiap lulusan fakultas kedokteran di Tanah Air. Predikat dokter diberikan apabila lulusan fakultas kedokteran mampu lulus uji kompetensi dokter nasional. Persyaratan menjadi dokter diperketat untuk membenahi kualitas dokter di Tanah Air menghadapi persaingan dokter asing. ”Selama lulusan fakultas kedokteran tidak lulus atau tidak mengikuti uji kompetensi nasional, ia tidak berhak menyandang predikat dokter dan ijazah juga tidak akan diberikan” (Kompas, 2013).
Memang menjadi dokter itu tidaklah mudah butuh proses yang panjang. Namun demikian profesi dokter ini sangat mulia dan bermanfaat bagi orang banyak. Dan dalam hal ini peran dokter sangat diperlukan dalam mewujudkan layanan kesehatan yang bermutu. Namun sayangnya keprofesian ini bukan untuk mengabdi semata melainkan menjadi ajang untuk berbalas dendam karena memang untuk menjadi profesi dokter tidaklah membutuhkan uang yang sedikit sehingga kerap kali saya menemukan kabar berita bahwa dokter yang semata-mata mengejar uang dibanding mengabdi kepada masyarakat. Sangat disayangkan sekali.
Menurut Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono berpendapat bahwasanya ”Dokter punya potensi membangun sistem kesehatan yang manfaatnya bisa dinikmati masyarakat dalam layanan yang bermutu dan terjangkau”. Namun besarnya peran dan harapan terhadap dokter belum disertai kualitas dokter-dokter muda yang akan menjadi tumpuan pembangunan kesehatan ke depan sehingga ini sangat mengkhawatirkan  keterampilan dan kecakapan dokter-dokter muda dalam menangani pasien.
Hal tersebut menurut Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin “ bahwa ada sekitar 2.500 lulusan fakultas kedokteran sebelum tahun 2013 yang gagal mengikuti ujian kompetensi dokter Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mengikuti ujian hingga 19 kali”. Sedangkan menurut dr Meliana Zailani Mars sebagai Ketua Kompartemen Umum Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), mengatakan, dalam meningkatkan mutu para dokter muda dan calon dokter hal mendasar yang harus dilakukan dengan aturan yang jelas di rumah sakit pendidikan. Adapun hal yang perlu dokter penuhi sebagai persyaratan menjadi dokter yang telah dibuat oleh pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran. Sehingga mutu dokter untuk mewujudkan pelayanan kesehatan Indonesia bermutu dapat tercapai.
Terakhir harapan saya adalah dengan adanya lomba blog ini dapat membantu terkhusus untuk pemerintah lebih peduli lagi kepada kesehatan masyarakatnya terlebih kaum dhuafa atau miskin. Dan semoga mutu dokter untuk mewujudkan pelayanan kesehatan Indonesia bermutu dapat tercapai untuk masyarakat Indonesia.









Sabtu, 07 Desember 2013

Dalam Rinduku

Dalam rinduku
Ada kalanya hati ini galau, sedih, dan menangis
Pikiran dan jiwaku tak bisa tenang
Semakin kacau rasanya...
Tubuhku lemah dan tak berdaya 
Namunku harus bangkit
Bukan karena cinta yang salah
Namun rindu yang tak tertahan
Karena cinta bukan untuk melemahkan
Melainkan untuk menguatkanku
Ya Allah mohon segerakanlah aku
Menyempurnakan separuh dienku
Dengan pilihanMu yang terbaik untukku

Bogor, 7 Desember 2013
By. Alzena Valdis Rahayu