Rabu, 13 Maret 2013

Cemburu

Ada kultwit tentang
  1. Allah itu pencemburu dan orang mukmin pun pencemburu, ttp kecemburuan Allah bila orang mukmin melakukan yg diharamkanNya -H.r.Ahmad, Bukhari  
  2. itu tanda cinta; tanda suka pd kekasih belahan jiwa. Bila tak ada rasa cemburu di hati, maka belum tampaklah perasaan cinta itu
  3. Cinta dan cemburu merupakan perasaan yang tak bisa dipisahkan. Di mana ada cinta, maka di situ ada .
  4. Semakin besar cinta seseorang kepada kekasihnya, semakin besar pula rasa yang timbul dalam hatinya
  5. Semakin pudar rasa cintanya, semakin pudar pula rasa cemburu padanya. Maka tak bisa dinafikkan bahwa adalah tanda cinta.
  6. Suatu hari Saad bin Ubadah berandai, “Kalau aku melihat seorang laki-laki bersama istriku, tentu akan kutebas dg pedang.”
  7. Kita dengarkan jawaban Rasulullah yang mulia, ketika ungkapan Saad tersebut sampai kepada beliau Saw.
  8. Rasulullah Saw bersabda,“Apakah kalian heran dg perkataan Saad? Demi Allah, aku lebih drpd dia, dan Allah lebih cemburu drpdku!”
  9.  Hadis tsb isyaratkan bahwa Allah miliki rasa , dan kecemburuanNya melebihi kecemburuan segala makhluk yg ada di muka bumi ini
  10. Pun dg Rasulullah, beliau memiliki rasa cemburu melebihi apa yg dikatakan Saad. Bila Saad merasa karena ada lelaki lain yg 
  11. ......mendekati istrinya, maka Allah dan RasulNya begitu kala melihat seorang hamba yg mengaku beriman tapi melakukan kemaksiatan
  12.  Jelas sudah bahwa kecemburuan muncul karena ada hal yang tak disukai dari diri kekasihnya.  
  13. Tidak suka karena mendua; karena perhatian dibagi ke lain hati atau karena kepincut dengan kekasih yang lain lagi.
  14. Kecemburuan seseorang kepada kekasihnya, kata Ibnu Qayyim al-Jauziyah, ada dua macam.
  15. Pertama, kecemburuan terpuji yang disukai Allah Swt, yaitu kecemburuan seseorang manakala terdapat bukti yang mencurigakan.  
  16. Kedua, kecemburuan tercela yg tdk disukai Allah, yaitu tanpa ada bukti yg mencurigakan, hanya se-mata2 karena berburuk sangka
  17.  Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya ada di antara yg disukai Allah, dan ada pula cemburu yg dibenci Allah. ..
  18.   yg disukai Allah adalah cemburu yg disertai ke-ragu2an. Adapun cemburu yg dibenci Allah adalah cemburu yg tanpa keraguan.”
  19. Semoga kecemburuan yang muncul disertai keraguan untuk mencari solusi terbaik, membuka mata dan hati kita ...
  20.  ... untuk tidak menuduh sembarangan, melainkan membuka ruang untuk membicarakannya secara terbuka.
  21. Saat menentukan pilihan calon pasangan hendaknya kita memerhatikan hal ini; rasa .
  22. Maka pilihlah pasangan yang memiliki rasa cemburu, tapi bukan buta.
  23. Melainkan yang disukai Allah karena ada keraguan di dalamnya.
  24.   yang disertai keraguan akan membuka ruang diskusi, komunikasi, pembelajaran, dan kedekatan.
  25. Hal ini akan menjadikan hubungan suami istri menjadi semakin mesra setelah sebelumnya gundah di dalam jiwa.
  26. Demikian bab soal dari buku by Jauhar al-Zanki. Selamat ber-cemburu ^__^

Minggu, 10 Maret 2013

Panggilan Suami, Istri dalam Rumah Tangga


Saat mendengarkan kajian rubrik rumah tangga dari seorang ustadz yang di Bogor disalah satu stasiun radio FM Bogor mengenai Panggilan istri dan suami ketika berumah tangga, ternyata banyak dari kawan saya yang sudah menikah masih belum paham tentang panggilan seorang istri kepada suaminya, dan suaminya kepada istrinya karena bahwasanya seorang yang sudah menikah itu tidak boleh memanggil dengan sebutan layaknya seperti seorang anak memanggil kepada kedua orangtuanya. Misalnya untuk seorang suami memanggil istrinya dengan sebutan Ummi, atau sebaliknya istri memanggil suaminya dengan sebutan Abi. Hal ini tidak diperbolehkan karena istrinya itu bukan orang tua suami yang telah melahirkannya tapi dia adalah seorang istri yang dinikahi, begitupun penjelasan sebaliknya bahwa suaminya bukan orang tua laki-laki istrinya tapi suaminya yang menjadi imam keluarganya. 

Selain itu, kalau bisa hindari juga panggilan ini kawan! suami memanggil istrinya dengan sebutan seperti layaknya seorang kakak dan adik, kadang saya pernah dengar dari seorang kawan saya yang sudah menikah, si suaminya memanggil  istri panggilan Ade, dan istrinya memanggil suaminya dengan sebutan Kaka. Lucu deh yahh jadinya kaya Kaka dan Ade. Kalau kata ustadz sehhhh jika ada panggilan sayang antara suami istri itu yang diperbolehkan atau memanggil namanya juga tidak apa-apa (tapi kalo panggil nama sepertinya biasa aja yah kawan, nggak spesial gitu, hihi). 

Sedangkan untuk panggilan Ummi dan Abi sendiri, atau ada juga yang memanggil Mamah dan Papah, Ibu dan Ayah, dan lain-lain kalau kondisinya untuk mengajarkan/mencontohkan kepada anaknya kata ustadz tidak apa-apa, dengan panggilan seperti itu, agar anak juga mengerti tentang panggilan/ sebutan untuk keduaorangtuanya tersebut. 

Beberapa fatwa ulama “Syaikhul Islam Ahmad bin Taimiyah ditanya tentang seorang laki-laki yang berkata kepada istrinya, “Kamu bagiku bagaikan ibuku atau saudari perempuanku (Ukhty)”? Beliau menjawab, “Kalau maksudnya adalah “Kamu bagiku bagaikan ibu atau saudariku dalam hal penghormatan” maka tidak ada apa-apa atas dirinya (tidak ada masalah). Tapi kalau maksudnya adalah menyamakan istrinya itu dengan ibu atau saudarinya dalam hal pernikahan maka itu adalah zihar dan berlakulah hukum zihar kepadanya dan kalau dia tidak juga mencerai istrinya itu maka dia tidak boleh menggaulinya sebelum membayar kaffarah zihar.” 

Dalam surah Al-Mujadilah (ayat 1-4) yang didalamnya terdapat pembahasan tentang zihar dan bahwa itu adalah ucapan dusta serta berdosa, dan bagi yang sudah mengucapkannya dia harus membayar kaffarah berupa pembebasan budak mukmin, atau berpuasa dua bulan, atau memberi makan 60 orang miskin. 

Wallahu'alam. Nanti coba cari lagi yahh kawan penjelasan tentang ini. Mohon maaf jika ada yang kurang sempurna dari penjelasan ini. Semoga bermanfaat, khususnya yang sudah menikah ^_^   



Bogor, 10 Maret 2013 

Catatan Alzena Valdis Rahayu












Kamis, 07 Maret 2013

Taujih Ustadz Anis Matta


Hari Sabtu, tanggal 2 Maret 2013, alhamdulillah saya bisa mengikuti Sarasehan Media di Markaz Dakwah Building Jalan Simatupang Jakarta Selatan, acara ini hanya untuk orang yang diundang aja loh, jadi bersyukur deh saya bisa berkesempatan untuk datang, karena dalam rangkaian acara ini ada taujih dari Ustadz Anis Matta Presiden PKS yang baru.

Sedikit cerita perjalanan menuju Markaz Dakwah Building begitu menyenangkan, karena saya bisa naik KRL lagi, udah lama banget ga naik transportasi rakyat ini. Kebetulan pagi itu saya naik KRL yang khusus untuk wanita jadi gak ada tuh yang laki-laki masuk. Selain itu tempatnya nyaman, dan bersih.

Alhamdulillah sampe sana acara sudah dimulai, saya pun langsung menyimak materi pertama tentang Sinergisitas Antar Media untuk Kemenangan Dakwah, lalu di lanjut dengan diskusi. Acara ini dihadiri oleh berbagai penulis, politisi, mahasiswa, tapi kebanyakan Bapak-bapak yang datang, ibu-ibunya dikit. Hiks.

Pukul dua belas lewat waktunya ishoma. Setelah makan dan sedikit diskusi bareng di ruang yang sama. Kemudian Ustadz Anis Matta langsung masuk dan  memberikan taujihnya. Mmhh suasana hening saat ustadz Anis Matta memberikan taujih, dan ada canda dan tawa juga saat itu. Wahhh senang dehh bisa kumpul dengan orang-orang luarbiasa. Selesai memberikan taujihnya ustadz Anis Matta memberikan kita izin untuk foto bareng sebelum beliau berangkat ke Sumut untuk memberikan taujihnya juga untuk kader dan simpatisan GANTENG (Gatot & Tengku) pasangan yang diusung PKS dalam pilgub Sumut 7 Maret 2013.

Ntar fotonya saya liatin di sini, tapi nanti jangan envy yahh, hehe.

Oya cuma sedikit yang bisa saya infokan tentang taujih ustadz Anis Matta yang saya tangkap saat itu, sebenarnya sihhh banyak banget yang disampein beliau tapi hanya ini yang saya dapat, hehe.

Taujih Anis Matta  

Media elektronik menyuguhkan kita tentang tiga hal yaitu kata, suara, dan gambar. Kita selalu mengkonsumsi tiga hal tersebut mulai ketika mau tidur sampe bangun tidur, semua menyuguhkan berita-berita yang kita anggap penting namun terkadang berita itu membuat telinga menjadi panas, rasa tidak enak, dan ingin berbuat sesuatu karena informasi yang disuguhkan dengan pertempuran kata-kata yang tampaknya lembut tapi memusnahkan. Maka “kata” itu penting bagi kita, kata adalah kunci dari semua perubahan. Dan kita mesti berhati-hati dalam berkata, karena kata yang indah itu adalah kata yang sering kita baca yaitu Al-Qur’an.

Lalu beliau juga menceritakan tentang hal politik.
Ada lima pranata sosial yaitu rumah, sekolah, mesjid, hukum, dan media, nah di sini ladang kita untuk berdakwah. Karena dakwah adalah menyeru pada kebaikan maka tiga fungsi dari lima pranata sosial yaitu:
1.      Memberikan frame cara kita berfikir
2.      Memberikan frame cara kita berasa
3.      Memberikan frame cara kita berprilaku

Kata beliau “politik itu tujuannya mulia akan tetapi prosesnyalah yang keras dan kejam”. Maka semestinya kita harus bisa menjalankan kedua fungsi tersebut antara tujuan dan prosesnya dan tidak boleh terpisah. Karena terkadang ada dari ikhwah yang hanya menikmati tujuannya saja, enggan untuk menikmati prosesnya, maka hal ini tidak baik, dan  harus segera diperbaiki mindsetnya agar kemenangan dakwah sampe pada tujuan yang mulia. Saatnya ikhwahfillah untuk kita berjuang, bekerja keras dan bertarung, pesan beliau.

Oya antara tujuan dan proses tadi ada fiqh siyasah syarat imam ada 5 (diluar konteks iman) yaitu:
ilmu, mujtahid, kecerdasan politik,  ini masuk keranah tujuan politik. Kemudian pada prosesnya ada keberanian dan sifat membela.

Semoga bermanfaat ^_^

Oya ini hasil jepretannya... :) 






                     







Jakarta Selatan, 2 Maret 2013






Senin, 04 Maret 2013

Kenangan

kenangan itu masih membekas dalam ingatanku,
kenangan itu masih jelas apa yang kurasa saat itu,
bertemu denganmu pertama kalinya,
dan saat itu kita kenal,
dengan rasa syukurku padaNya, 
kita dipertemukan dengan suasana indah,
walaupun akhirnya kita terpisah,
aku berharap semua akan indah pada waktunya,
karena sesungguhnya jodoh hanya Allah Yang Maha Tahu,
jika memang jodoh pasti kita dipertemukan kembali,
jika memang belum, 
semoga Allah memberikan yang terbaik untuk kita,
dan ini adalah kenangan terindahku...

Bogor, 4 Maret 2013

By. Alzena Valdis Rahayu