Jumat, 02 September 2011

Pengalaman Organisasi



Ingin berbagi pengalaman kisah saya kepada sahabatku semua yang ada di bumi Allah yang begitu sempurna indahnya semesta ini bila kita mampu berfikir, untuk merasakan akan nikmatNya dan saya yakin kita pun tak sanggup menghitungnya. Untuk itu saya dan antum sama-sama selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. 
Ini merupakan sekelumit tentang perjalanan dakwah dikampus semasa saya di kampus. Ketika itu saya masih sangat polos dan tak tahu tentang berdakwah. Saya mengenal dakwah ketika saya terjun di dunia organisasi internal kampus yang bertujuan untuk mengajak manusia kepada tauhid atau mengajak perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sebut saja organisasi itu LDK (Lembaga Dakwah Kampus). Saya benar-benar sangat bingung dan takut untuk masuk di dalam organisasi ini. Mungkin saat itu saya melihat organisasi ini sangat eksklusif dan berbeda dengan organisasi yang lain saat pertama kali saya dan teman-teman mendatangi stand yang berjejer di depan gedung perkuliahan dalam penyambutan mahasiswa baru (PMB). Dengan niat karena Allah saya pun mendatangi dan aktif bertanya-tanya tentang kegiatan atau acara LDK (Lembaga Dakwah Kampus) yang telah dilakukan, bersama kakak tingkat yang ada di stand itu. Alhamdulillah kegiatan yang sering dilakukan oleh Lembaga Dakwah Kampus ini sangat memberikan manfaat besar untuk orang lain dan saya pribadi sangat menyukai hal itu dan saya ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah. Setelah banyak berbincang-bincang akhirnya pun saya di ajak oleh kakak tingkat itu untuk mengikuti pendaftaran sebagai anggota LDK dengan basmalah saya berucap.

Di tingkat pertama tepat awal masuk kuliah pada tahun 2006 saat itu saya sudah diberikan amanah untuk bisa magang sebagai staf PSDM. Saya hanya ikut berpartisipasi saja awalnya dalam kegiatan LDK. Lama kelamaan saya dipercayakan untuk menjadi staf Media. Entah kenapa waktu terus berjalan begitu cepat bagaikan air yang mengalir. Dengan perjalanan yang baru saya lakukan saat itu makin hari ke hari ibadah saya alhamdulillah mengalami peningkatan walau tidak banyak tetapi setidaknya ada perubahan dalam diri saya pribadi. Tentunya kearah lebih baik. Bukankah “amalan yang paling di cintai oleh Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus walaupun sedikit”. Jika pun futur, maka bangkit adalah hal yang harus kita lakukan. Tidak ada orang yang sempurna di dunia ini. Yang ada hanyalah orang-orang yang tekun dan “ikhlas” memperbaiki dirinya guna mencapai tujuan mulia ( syurga ).

Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena banyak pembelajaran dan pengalaman yang bisa saya petik dari kehidupan ini. Belajar dari lingkungan khususnya dari orang-orangnya yang mau berbuat baik, mau rajin ibadahnya, mau memperbaiki perbuatannya, mau belajar dengan giat, mau semangat ibadahnya, mau berprestasi, mau mandiri dalam segala hal, dan lain sebagainya. Sungguh sebuah kenikmatan yang indah saya rasakan.

Seiring perjalanan di kampus saya pun masih dalam proses mencari dan ketika itu saya di ajak untuk mengikuti kegiatan eksternal yaitu KAMMI (kesatuan aksi mahasiswa muslim Indonesia), kegiatan ini benar-benar di luar kampus, organisasi ini memberikan peranan yang sangat penting dalam bidang politik. Teman-teman yang interest dengan politik mengikuti organisasi ini.

Hari terus berganti, bulan satu ke bulan dua, bahkan tahun pun ikut berganti. Saya masih mencari organisasi yang benar-benar dapat meningkatkan akademik saya. Di tingkat kedua tepatnya semester tiga saya mengikuti UKM TRAS (Tirtayasa Research Academic and Society) organisasi ini yang memberikan pengalaman yang baru bagi saya tentang dunia kepenulisan dan penelitian. Organisasi ini sangat unik dan berbeda pada organisasi yang awal saya ikuti. Jelaslah. Setiap organisasi memiliki keunggulan dan kelemahan. Tujuan saya mengikuti organisasi ini ingin menyeimbangkan antara ibadah saya, politik dan akademik. Alhamdulillah dari organisasi yang saya ikuti tidak ada yang sia-sia semua memberikan manfaat besar. Subhanallah. Lupa masih ada organisasi yang saya ikuti tingkat jurusan dan fakultas namanya HIMAGRO (Himpunan Mahasiswa Agro) dan BEM Faperta. Banyak banget organisasi yang saya ikuti. Lelah pasti ada namun yang terpenting bagi saya adalah mendapatkan pengalaman dan pembelajaran yang TERBAIK yang tak bisa dilupakan. Alhamdulillahnya kuliah dan organisasi saya cukup baik dan tidak ada masalah. Semua berjalan dengan lancar.

 Memori saat kuliah di UNtirta pada tingkat pertama masih polosnya diriku :)



Pemira Untirta Kacau



Pada hari Rabu, tanggal 28 Desember 2010, tepat pukul 09.00 sampai dengan selesai dan penghitungan perolehan suara, di Kampus UNTIRTA sedang melakukan hajat besar yaitu PEMIRA. Semua aktivitas mahasiswa melakukan pencoblosan ke tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing fakultas. Namun sangat disayangkan pada hari itu karena dari banyaknya mahasiswa di UNTIRTA sekitar 4000 lebih, sedikit sekali yang menggunakan hak pilihnya. Padahal satu suara sangat berarti demi kemajuan dan kebangkitan UNTIRTA menuju arah yang lebih baik yang di amanahkan kepada calon pemimpin tingkat Jurusan, Fakultas, dan Bem Universitas. Ini terjadi karena kinerja KPU kurang mensosialisasikan atau menginformasikan kepada mahasiswa tentang adanya PEMIRA di UNTIRTA, pantas saja yang memilih tahun ini sangat sedikit ketimbang tahun kemarin. Ada apa ini?


Suasana di UNTIRTA menjadi gelap gulita pada pukul 21.00 lebih, suasana menjadi ricuh ketika listrik mati. Banyak orang yang semakin memanas tentunya dari pihak pendukung calon ketua masing-masing, untuk menghindari terjadinya penyimpangan atau kecurangan maka semua sinar seperti handphone, motor dinyalakan untuk menerangi ruangan yang ada disekitar TPS. Namun malam itu di setiap TPS masih banyak mahasiswa yang non regular belum selesai pencoblosan dan menggunakan hak pilihnya. Dari tahun ke tahun TPS yang paling sepi adalah TPS Faperta (Fakultas Pertanian) di mana mahasiswa yang ada di Faperta tidak sebanyak yang ada di Fakultas lainnya dan hari itu pun mahasiswa diliburkan karena dosen berhalangan hadir untuk mengikuti seminar loka karya maka untuk tahun ini sangat sedikit partisipasinya dari mahasiswa Faperta. Berbeda halnya dengan TPS yang ada di FKIP semakin rame dan menimbulkan kegaduhan. Semua orang yang ada di sana terlihat panic dan mencemaskan PEMIRA tahun ini begitu juga dengan TPS lainnya.


Jujur dengan Kenyataan yang ada
Pendukung atau tim sukses calon ketua yang ada di Jurusan, Fakultas dan Bem Universitas, sangat mengkhawatirkan dengan perolehan suara yang nanti dibacakan. Apakah banyak atau sedikit suaranya dari masing-masing calonnya? Semua antusias untuk menjadi saksi pada pengumuman hasil final PEMIRA khusus bagi tim suksesnya, yang membuat heboh adalah calon PRESMA UNTIRTA dimenangkan oleh siapa?. Seharusnnya bagi pendukung masing-masing calon sudah menerima apa yang bakal terjadi nantinya, entah itu menang atau kalah bagi calon yang di dukungnya. Siapaun yang terpilih mungkin itulah rencana Allah SWT yang terbaik untuk mengamanahkan jabatan besar itu. Dari keseluruhan fakultas yang ada di UNTIRTA terdiri dari FKIP, HUKUM, FAPERTA, FE, FT, FISIP bahwa untuk suara PRESMA dimenangkan oleh nomor satu.

Mungkin untuk pendukung nomor satu sangat bangga dan terharu juga terkejut dengan kerja keras timnya sehingga calon yang didukungnya memperoleh suara yang terbanyak dari calon rivalnya nomor dua dan tiga. Begitupun sebaliknya untuk yang mendukung nomor dua, dan tiga pasti ada rasa kecewa dan sedih tidak bisa memenangkannya seperti pendukung TIMNAS Indonesia yang tidak dapat membawa Piala AFF dengan kekalahannya dari TIMNAS Malaysia pada final pertama 0-3. Pada dasarnya ini adalah pembelajaran buat kita semua untuk tetap berlapang dada walau yang kita inginkan tidak dapat tercapai untuk memenangkannya dan seharusnya sudah siap dengan kekalahan atau kemenangan, itulah kompetisi. Sudah dijelaskan sebelumnya pemimpin yang terpilih adalah keputusan dari Allah untuk mengamanahkannya untuk dapat membawa UNTIRTA kedepan lebih baik lagi. Namun ada saja orang yang tidak menyukai dengan kemenangan nomor satu, padahal itu sudah dibuktikan dengan cara demokrasi melalui perolehan suara yang terbanyak. Seperti yang dilakukan pemilihan Presiden, Gubernur, dan lainnya. Seharusnya mahasiswa kaum yang intelektual menjadi panutan yang baik bagi masyarakat dan jika calon yang di dukungnya tidak menang maka jangan mencari kesalahan orang lain agar ia terlihat salah. Bukankah kita semua adalah saudara, apalagi bila muslim seharusnya tidak ada lagi perselisihan. Karena seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak saling mendengki dan saling membenci jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara.


Apapun yang terjadi dari hasil PEMIRA UNTIRTA tahun ini semoga ada hikmahnya, semoga ke depan UNTIRTA lebih baik dan menjadi Universitas terbaik se-Indonesia.

Salam Kedamaian


Katakan Sejujurnya



Sehabis makan siang dikantin Bu Rohani, Anita langsung merapihkan semua barang bawaannya yang ada di meja khususnya map hijau yang berisi berkas penting, walau terik matahari yang menyengat Nita tak mempedulikannya tetap saja beranjak. Setelah membaca sms dari seseorang.
“ Nit, elo mau kemana?” Tanya Sasa heran.
“ Sa, gue harus cabut dulu, karena ada yang penting,” Nita menjawabnya tanpa menatap sahabatnya dan sedikit aneh.
“ Emang ada apa?” Sasa penasaran
“ Emmh… baiklah kalau kamu nggak mau cerita, hati-hati yah Nit,”pesan Sasa.
“ Yo,” Diakhiri dengan salam oleh Nita.
Dua minggu lagi adalah ultah Azar yang ke-21th tepat diakhir bulan Desember, Anita sempat lupa. Azar adalah mantan cowok Nita sewaktu ia SMA, dan kini mereka bersahabat walau jarak memisahkan mereka berdua. Azar dan Nita sudah saling kenal bahkan keluarganya dan mereka berdua sama-sama mengambil jurusan komunikasi, bedanya Azar di UI Depok dan Anita di UNTIRTA Serang. Yang mengejutkan lagi bagi Nita pada saat bertemu Azar di bulan Romadhon tahun kemarin di Masjid Agung Cilegon, Azar sangat berubah menjadi alim mulai sikap dan penampilannya, jelas saja berubah menurut temannya Azar, Rendi beliau aktif disebuah organisasi keagamaan kalau di SMA Rohis namanya.
SMS siang tadi sebenarnnya dari Azar yang isinya:
Aslm Nit, gmn kabar’y?udah lama ga ketemu. Nit datang yah kerumah, syukuran Milad ane jgn lupa bawa kado n ajak teman. Syukran.
SMS itu membuat Nita terkejut, sudah lama Azar tidak sms dan tiba-tiba mengajak main kerumahnya untuk syukuran Milad. Nita benar-benar bingung, masalahnya dulu sama sekarang sudah beda keadaannya. Nita yang sekarang juga bertambah kalem dengan penampilannya dan sopan dalam berbusana serta berjilbab. “Ya Allah apa yang harus aku lakukan, apa menerima undangannya, atau menolaknya,”hatinya bertanya-tanya. Nita kebingungan.

Bersambung…..

By. Alzena Valdis Rahayu

Sabar Menyelesaikan Skripsi


Setelah empat tahun lebih dua bulan sudah dikampus untuk menjadi sarjana tidaklah mudah, ini sedikit berbagi pengalaman untuk sahabat-sahabatku yang sedang masih menjalani tugas akhir atau SKRIPSI. Skripsi merupakan syarat untuk meraih gelar sarjana di jurusan dan fakultas yang kita tekuni disebuah universitas baik negeri ataupun swasta. Untuk bisa menyelesaikan skripsi dengan sukses saya harap sahabatku dapat membaca tulisan ini hingga selesai agar bisa memahami apa yang penulis tulis. Sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit tentang arti kesuksesan. Pengertian sukses sangat beranekaragam tergantung dari individu masing-masing mengartikannya karena setiap pencapaian individu berbeda-beda. Menurut saya sukses sesuai dengan rencana dan tingkat pencapaian yang diimpikan tercapai. Namun bisa saja kesuksesan itu berawal dari pengalaman kita yang sempat tertunda dan pencapaian itu bisa kita dapatkan dikemudian hari dengan usaha dan pengorbanan yang kita lakukan saat ini untuk masa depan. So dalam sukses menyelesaikan skripsi kita butuh usaha dan pengorbanan tambah satu lagi do’a. Sekelumit cerita saya saat menyelesaikan skripsi.



Banyak teman saya bilang untuk lulusan Agroekoteknologi jarang sekali yang lulus tepat 4 tahun. Jujur waktu itu saya ingin membuktikan kalau jurusan yang saya tekuni ini mahasiswanya dapat lulus cepat dan tepat waktu. Ini telah dibuktikan oleh saya sendiri. Ketika saya semester tujuh, saya sudah merencanakan judul skripsi sesuai dengan minat dan bakat saya agar saya tepat lulus di bulan Oktober 2010, saya menjalani skripsi ini tepat saya semester delapan usai Kuliah Kerja Profesi (KKP) di LIPI Bogor. Namun kehendak Allah berbeda dengan apa yang saya harapkan. Saya lulus di awal bulan Februari 2011 alhamdulillahnya saya selama penelitian dan ujian akhir atau sidang skripsi diberi kemudahan oleh Allah Maha memberi kemudahan. Sungguh sedih dan bahagia waktu itu dinyatakan lulus dengan hasil yang terbaik.



Back again to my earlier story, saya mengajukan judul, waktu itu saya mengajukan judul pertama ditolak tentang Pasca Panen yaitu Pengembangan Teknologi Pembuatan Kripik Melon (Cucumis melo L.) alasannya menurut beliau ketua jurusan Agroekoteknologi, mahasiwa Agro dibatasi untuk penelitiannya tidak sampai pada menghasilkan produk. Tetapi masih bisa untuk memilih Pasca Panen yang lainnya. Hatiku berucap syukur. Sebelum menulis skripsi saya telah mendapatkan informasi bahwa melon di kota Serang kurang manis rasanya dibanding melon yang dihasilkan di kota Industri Cilegon memilki rasa buah yang begitu lezat manisnya bahkan sudah mulai masuk ke toko swalayan terbesar yang ada di Cilegon, Tangerang dan sekitarnya. Namun untuk melon yang kurang manis itu grade sangat kurang bila dipasarkan di toko-toko. Waktu itu ide datang secara spontan kenapa tidak dimanfaatkan melon yang tidak manis ini untuk diproses lebih lanjut lagi seperti dijadikan kripik melon. Tetapi mau bagaimana juga judul itu harus saya ganti dan tidak bisa dilanjutkan untuk penelitian. Finally saya mulai berdiskusi kembali dengan dosen pembimbing saya yang sungguh luar biasa sibuknya namun alhamdulillah ada waktu buat saya untuk bimbingan. Beliau menyarankan ke saya “Bagaimana penelitiannya tentang budidaya melon tetapi melonnya di modifikasi menjadi melon kotak Rin?" Tanya dosenku. " Seperti di Jepang yang sudah membuat semangka kotak, gimana?” Saya mengakui atas keterbatasan ilmu saya yang kurang terkait mata kuliah “Bioteknologi Tanaman” dan biaya penelitian pun cukup membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan saya juga tidak memiliki lahan untuk menanam melon. Saya berfikir-fikir kembali tentang usulan dari dosen pembimbing kedua saya. Saya mencari judul-judul skripsi yang ada di jurnal dan skripsi lainnya berkaitan dengan pasca panen jadi sebenarnya saya sudah menargetkan budget dan rencana waktu penelitian berapa lama, seandainya saya penelitian di lahan tentang melon kotak cukupkah biaya yang saya keluarkan sampai selesai penelitian ini sedangkan saya tidak ada ikatan kerjasama dengan pihak instansi dan penelitian dosen jadi pure biaya sendiri alias uang orangtua. Hehe.



Hari berganti hari keesokannya saya mencoba untuk berdiskusi kembali dengan dosen pembimbing saya yang begitu baik untuk mendengarkan saya cerita tentang ide penelitian saya. Setelah itu dosen saya menyarankan “Kamu tahu kan Rin kalau di Banten terkenal dengan buah sawo?” Saya jawab “Ya, Bu.” Yasudah yang kamu teliti buah sawo saja. Dosen saya memberi peluang buat saya untuk penelitian pasca panen di Laboratorium Agroekoteknologi Faperta UNTIRTA dan beliau bilang cari permasalahanya pada buah-buahan khususnya buah sawo yang kamu teliti nanti, besok menghadap ibu lagi buat diskusi. Akhirnya saya langsung terjun langsung ke pasar untuk mengetahui apa masalah dari buah sawo dengan mengeluarkan uang RP. 5000; membeli sawonya, penjual sawo asyik untuk diajak ngobrol, ternyata buah sawo mudah sekali cepat busuk karena buah sawo itu juga yang saya baca tergolong buah klimakterik dan sayapun searching cara penanganan buah-buahan. Didapatlah teknik pelilinan. Karena saya ingin penelitian saya menggunakan dua faktor maka perlakuannya ditambah lagi dengan kemasan polietilen. Yasudah akhirnya jadilah judul saya ” Konsentrasi Pelilinan dan Kemasan Polietilen terhadap Umur Simpan Buah Sawo (Achras zapota L.)” Kenapa mengambil judul ini alasannya sudah dijelaskan sebelumnya dan karena produksi sawo di Banten setiap tahunnya meningkat kemudian saya ingin membantu para penjual sawo yang ada di Banten agar sawonya tahan lama dan tidak mudah rusak digunakanlah teknik pelilinan dan kemasan polietilen ini.



Buat sahabatku seperjuangan yang dirahmati Allah SWT. Jangan mudah menyerah. Seperti lagunya D’Masiv dan pengalaman saya selama skripsi awalnya judul saya di tolak tapi alhamdulillahnya sering berdiskusi dengan dosen, sahabat, teman, orang-orang hebat dan setaranya. Mungkin itu baik buat kita namun tidak baik menurut Allah SWT. Dalam firmanNya surah [Al-Baqarah: 216] ”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Yakinlah sobat dibalik itu semua pasti ada hikmahnya yang bisa kita petik.



Tetap semangat dan sabar sesungguhnya Allah bersama kita. Semangat untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait literatur skripsi kita, jaman modern ini kita bisa manfaatkan internet untuk searching yang kita cari, kalau memang di perpustakan belum memadai atau jalan-jalan ke kampus teman kita yang diluar Banten sambil refreshing tapi jangan sampe forget dengan tujuan kita awal untuk mencari bahan literatur. Kemudian sabar menunggu dosen, sabar dengan kritikan, sabar dengan revision, sabar dengan segala-galanya. Seseungguhnya Allah bersama orang yang sabar !



Sering berdiskusi dengan dosen-dosen kita. Selama empat tahun masa kita tidak mengenal dengan dosen kita sendiri khususnya dosen yang telah mengajarkan kita selama kuliah. Dosen pembimbing skripsi itu memang dua orang tetapi tidak ada salahnya dong kita berdiskusi dengan dosen lainnya. Karena ilmu pengetahuan itu bisa di dapatkan sama siapa saja, yah kan?



Luangkan waktu untuk fokus SKRIPSI. Ini yang membuat susah para aktivis kampus dalam meluangkan waktunya. Banyak alasan yang sering saya dengar ” Tau sendiri antum ana kan sibuk organisasi, bisnis, ngajar, kerja dan lainnya”, ada lagi yang bilang ”ana kan mas’ul (ketua) gak ada waktu nih buat fokus skripsi”. Subhanallah waktu kita dikampus dsibukkan juga untuk berorganisasi sungguh luar biasa mahasiwa yang seperti itu selain kuliah tetap bisa berorganisasi, saya ingin memberi solusi semoga saja diterima oleh aktivis kampus begini ketika kita sedang penelitian atau skripsi, coba deh antum beri pengertiannya kepada mas’ul (ketua) untuk bilang kalau saya sedang skripsi dan mohon bantuannya untuk saya fokus dulu penelitian or skripsi. Kalau memang tidak bisa katakan TIDAK bisa agar skripsi yang kita jalani pun tidak terhambat. Mungkin ini sulit buat orang yang tidak terbiasa untuk mengatakan TIDAK jadi perasaanya selalu memaksa untuk jawab YA. Tapi lihat skala prioritas kita juga jangan sampai OFF nanti organisasinya tidak berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan kita bersama.



Memanjakan diri. Maksudnya agar fikiran kita relax untuk tidak memikirkan skripsi cukup sehari saja jangan kelamaan nyantainya, bisa pergi ke tempat yang menurut kita bisa relax dan tenang.



Banyak-banyak berdo’a. Karena ikhtiar tanpa dibarengi dengan do’a maka akan sia-sia, begitu pun sebaliknya. Mintalah kepada Allah karena hanya Allah tempat kita bergantung segala cita dan harapan.


SEMANGAT BERJUANG UNTUK SAHABATKU SEMUANYA.

YAKINLAH HARAPAN ITU MASIH ADA


Semoga Bermanfaat yahhhhh ^__^
By. Alzena Valdis Rahayu