Selasa, 28 Februari 2012

Aku Rindu Kalian

Hari libur tepatnya tanggal merah kemarin, aku bersama teman-teman di Bogor khususnya pementor dan mentee (peserta mentoring) menuju Taman Nasional Gunung Halimun Salak atau Gunung Bunder baik ikhwan dan akhwat. Sungguh pesonanya pagi itu, baru pertama kali aku mendapat pengalaman baru refreshing di daerah Ciampea-Bogor Jawa Barat. Tempat wisata ini recommendeed, subhanalloh kerreeenn, viewnya nggak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata, aku terus bertasbih kepadaNya sambil memandangi dedaunan yang masih segar dan hijau serta terdapat pepohonan yang rindang nan indah diantaranya ada pohon damar (Agathis dammara), pohon pinus (Pinus perkusii), pohon cemara(Casuarina junghuniana) yang menjulang tinggi, serta beberapa pohon yang lainnnya. Selain itu juga ada beberapa air terjun atau curug yang menjadi tempat wisata dan paling banyak dikunjungi orang. Curug yang paling dikunjungi disini adalah curug Seribu. Selain curug Seribu ada juga curug-curug lainnya yang aku masih ingat adalah curug Ngumpet, curug Goa Lumut, dan curug Cihurang. Banyak tempat penginapan juga atau Villa yang menjadi pilihan orang-orang untuk stay sejenak disini. Kemarin cukup ramai terutama dari Jakarta dengan keluarganya untuk melepaskan penatnya di Villa. Serta rumah sederhana dan warung-warung kecil yang didirikan oleh warga aslinya yang tinggal menetap di sana, terlihat juga ladang hijau dengan beraneka ragam botaninya. Tak ketinggalan juga tempat ibadah juga ada disini yaitu Mushola yang bersih dan nyaman.

Suasananya dingin nan sejuk, tak lupa jaket atau sweater tebal selalu dikenakan. Pokoknya dingin banget deh suasananya. Kegiatan ini full refreshing di dalamnya ada training motivasi, diskusi, dan outbond. Sungguh menyenangkan bagi panitia maupun peserta. Tapi ada yang membuat aku sedih dan rindu bersama sahabatku, dan adik-adikku yang ada di sana, di sana, dan di sana. Menjemput Kenangan. Suasananya pernah aku alami bersama sahabatku dan adik-adiku disana. Dilantunkannya musik nasyid yang membuat kita semangat dan haru. Sekelumit pengalamanku.

Ketika masuk UNTIRTA, aku terjerumus dalam organisasi islam di kampus pada tingkat pertama namanya Lembaga Dakwah Kampus Baabussalam UNTIRTA. Benar-benar bersyukur aku bisa masuk di Lembaga ini bertemu dengan saudara tercinta yang punya semangat tinggi, baik, sopan, santun, ramah dan bersyukurnya bisa membawa aku lebih baik lagi dan mengingatkan kita kepada Alloh SWT. Rindu rasanya untuk berkumpul dengan mereka, saling senyum, salam dan sapa bila bertemu, jika ada kegiatan kita aktif terlibat menjadi peserta atau pun panitianya, pemateri yang luar biasa dihadirkan membuat aku termotivasi serta taujih-taujih yang disampaikan sehingga aku ingat akan kehidupan akhirat dan berkurangnya sifat sombong sebagai manusia dimuka bumi ini karena apa yang kita punya adalah pemberianNya.
Curhatku pada yang Maha Pemberi Segala Kenikmatan
Dengan air mata yang tak henti-hentinya berjatuhan saat pertama aku bergabung dengan saudara-saudara di Bogor, paling mengharukan lagi, kami terpisah dalam satu lingkaran yang indah disebut halaqoh (pengajian). Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, kedua kata ini tidak bisa terpisah. Kini yang aku alami sekarang, dengan saudara baru, murobiah baru, materi baru, amanah baru, targetan baru, suasana baru, lingkungan baru dan serba baru. Menyesakan dada memang berpisah dengan kalian. Ohhh sahabat, apakah kau pun demikian memiliki perasaan yang sama dengan apa yang aku alami disini??? Semoga ini yang terbaik untuk kita semua. Aku tidak tahu kapan kita bisa bersama-sama seperti dulu lagi.

Ya Alloh kenapa Kau pisahkan aku dengan mereka....
Sejujurnya aku tak sanggup untuk berpisah
Aku sayang mereka....
Mereka adalah sahabat terbaik yang aku miliki....
Yang memberi aku ilmu, cerita, canda, tawa, kesedihan, kebahagiaan, ketenangan, dan motivasi
Kalau pun Kau menggantikan mereka
Tidak ada yang sama dengan sahabatku ini
Ya Robb jangan pisahkan kami...
Tolong jangan pisahkan ...
Aku rindu lingkaran itu....

AKU RINDU
Dikutip dari ustadz kita (alm. Ust. Rahmat Abdullah)

Aku Rindu Zaman...
Ketika Halaqah adalah Kenikmatan, Bukan Sekedar Sambilan Apalagi Hiburan
Aku Rindu Zaman....
Ketika Membina adalah Kewajiban, Bukan Pilihan Apalagi Beban dan Paksaan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Dauroh Menjadi Kebiasaan, Bukan Sekedar Pelengkap Pengisi Program yang Dipaksakan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Tsiqoh Menjadi Kekuatan, Bukan Keraguan Apalagi Kecurigaan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Tarbiyah adalah Pengorbanan, Bukan Tuntutan, Hujatan dan Objekan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Nasehat Menjadi Kesenangan, Bukan Su’udzhon atau Menjatuhkan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Kita Semua Memberikan Segalanya Untuk Dakwah Ini
Aku Rindu Zaman...
Ketika Nasyid Ghuraba Menjadi Lagu Keseharian
Aku Rindu Zaman...
Ketika Hadir Liqo adalah Kerinduan dan Terlambat adalah Kelalaian
Aku Rindu Zaman...
Ketika Malam Gerimis Pergi ke Puncak Mengisi Dauroh dengan Ongkos Terbatas dan Peta Tak Jelas
Aku Rindu Zaman...
Ketika Seoarang Ikhwah Benar-benar Berjalan Kaki 2 jam di Malam Buta Sepulang
Tabligh Dakwah di Desa Sebelah
Aku Rindu Zaman...
Ketika Pergi Liqo Selalu Membawa Infaq, Alat Tulis, Buku Catatan dan Qur’an
Terjemah ditambah Sedikit Hafalan
Aku Rindu Zaman...
Ketika Binaan Menangis Karena Tak Bisa Hadir di Liqo
Aku Rindu Zaman...
Ketika Tengah Malam Pintu Diketuk untuk Mendapat Berita Kumpul di Subuh Harinya
Aku Rindu Zaman...
Ketika Seorang Ikhwah Berangkat Liqo dengan Uang Belanja Esok Hari untuk Keluarganya
Aku Rindu Zaman...
Ketika Seorang Murabbi Sakit dan Harus dirawat, Para Binaan Patungan Mengumpulkan Dana Apa Adanya
Aku Rindu Zaman Itu...
Yaa Robb… Jangan Kau Buang Kenikmatan Berdakwah dari Hati Kami
Yaa Robb… Karuniakanlah Kepada Kami,Keistiqamahan di Jalan Dakwah Ini

Selalulah bersama kebenaran, walau pun engkau sendirian, teruskan perjuanganmu, jadilah yang terbaik ”. Kata ini yang membuat aku survive.
Koq jadi sedih sihh (hiks..hiks..hiks)?? Afwan yahh. Aku teringat dalam memori, kenangan itu selalu ada sampai kapan pun. Mungkin cukup sekian ceritanya, thank you sudah mau membaca curhatan penulis. Hehe.

Disudut kamar, Bogor 26 Februari 2012

Ririn Rahayu sedang kangen dengan sahabat-sahabatnya yang kini agak jauh karena jarak yang memisahkan. Serta adik-adikku yang manis penuh semangat dalam mencari ilmu. Aku sayang kalian semua karena Alloh swt semoga Alloh senantiasa menjaga keistoqomahan kita, di manapun kita berada. Aamiin ya Robbal’alamin.

Selasa, 07 Februari 2012

Aku Cemburu 2

Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai, tetapi untuk belajar mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara yang SEMPURNA.



HARI berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan pun membentuk tahun. Tak terasa rasanya baru kemarin kita berdiskusi bareng, bercanda bareng, bertemu untuk saling menguatkan dan mengingatkan kepada Alloh. Kini sahabatku mendahuluiku, akan segera menikah di bulan Februari ini tanggal 11 tahun 2012 insya Alloh aku akan hadir ukhty dimomen bahagiamu. Senyum indah terukir diwajahnya saat ia datang ke rumahku dengan membawa beberapa undangannya yang sudah tertulis nama lengkap kerabat yang tertera dalam buku undangan pernikahan. Ini berita yang mengharukan, sekaligus mengejutkan dan bahagia karena sahabatku akhirnya akan segera menyempurnakan agamanya. Semoga Alloh meridhoimu dan aku segera menyusulmu ukhty. Harapanku. Niat dan persiapan memang yang menjadi modal utama untuk menikah. Ada beberapa saudara yang belum berani menikah karena beberapa reason, sebenarnya dari pengalaman sahabatku yang sudah menikah adalah azam yang kuat. Insya Alloh akan segera dipermudah semuanya. Aku cemburu lagi, kawan. Hiks..hiks.

“Ya Alloh hanya engkau yang Maha Mengetahui siapakah jodohku nanti?” Manusia hanya bisa berencana, berikhtiar, berdoa dan bertawakal. Aku tahu semua sudah di atur oleh Alloh baik jodoh, rezeki dan kematian. Alloh yang Maha Pengasih pasti memberikan yang terbaik untuk kita semua, sesuai dengan amalan yang kita lakuin setiap harinya. Jadi ingat lagunya Ayu Shita dalam Film Ketika Cinta Bertasbih “Tuhan beri aku cinta”. Yupz, hanya kepada Alloh saja kita meminta.
Kecocokan jiwa memang tak selalu sama rumusnya

Ada dua sungai besar yang bertemu dan bermuara di laut yang satu
Itu kesamaan...
Ada panas dan dingin bertemu untuk mencapai kehangatan
Itu keseimbangan...
Ada hujan lebat berjumpa tanah subur, lalu menumbuhkan taman
Itu kegenapan...
Tapi, satu hal yang tetap sama
Mereka cocok karena bertasbih memuji Alloh
Seperti segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi,
Ruku’ pada keagunganNya
(Salim A Fillah Jalan Cinta Para Pejuang)

Saat liburan kemarin menjelang tahun baru tanggal 31 Desember 2011 di Aula RS. Sari Asih Serang-Banten. Aku mengikuti acara seminar parenting yang di adakan anak KAMMI Untirta Serang. Ada beberapa materi yang terkait dengan hal ini. Pembicaranya cukup persuasif dalam penyampaian materinya, mungkin ada diantara peserta seminar jadi semangat untuk segera menikah usai acara tersebut. Senyumku saat itu ketika memandang salah satu peserta seminar. Beliau bilang,”Cinta akan tumbuh setelah menikah.” Heu...benar nggak sihh, yang sudah menikah?? Ayo jawab. Beliau menambahkan nggak perlu khawatir jika memang kita yang tidak berpacaran dalam memilih calon suami atau isteri.

Ingatlah dalam surah An-Nur ayat 26 “Perempuan-perempuan yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)”.

Jika kita ingin mendapat pasangan yang baik, jadikan diri kita baik terlebih dahulu. Jika ingin mendapatkan suami yang sholeh, jadikan diri kita sholeha terlebih dahulu, dan sebaliknya. Bagaimana menuntut suami kita akan seperti Ali? Sedangkan kita tidak sekualitas Fatimah. Bagaimana mungkin kita berharap suami sekokoh Ibrahim As? Sedangkan kita tak setabah Sarah dan Hajar.

Semoga Alloh swt memberikan jodoh yang terbaik untuk kita semua. Aamiin.


Cilegon Sejuk, 5 Februari 2012

Ririn Rahayu sedang menunggu dan menunggu. Insya Alloh aku akan menyusul juga. Aamiin ya Robbal’alamin^_^. Tulisan ini untuk sahabatku yang ada di Cilegon, yang tengah sibuk mempersiapkan pernikahannya semoga Alloh mempermudah langkahmu ukhty. Barakallohu laka wa baarakallohu a’laika, wa jama’a bainakuma fii khoiir.

Senin, 16 Januari 2012

Everybody can be SUCCESS


Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11).


Maha benar firman Alloh apa yang tertulis di dalam surah Ar-rad ayat 11. Jika kita ingin mengubah nasib kita, maka sebenarnya yang harus pertama dilakukan adalah dari diri kita sendiri dengan meluruskan niat kita untuk berusaha menjadi yang lebih baik. Yakinlah Alloh Yang Maha Kuasa pun akan membantu niat dan usaha kita. Seperti judul yang saya tulis di atas Everybody can be Success. Semua orang bisa sukses karena success is the right of every people. Jika kita ingin mencapai sukses gunakan waktu hidup ini untuk beribadah kawan!!! Ibadah itu bukanlah permainan, senda gurau atau hiburan. Tetapi ibadah adalah kekhusyuan dan konsentrasi di hadapan Alloh SWT. Karena itu setiap kita wajib melakukannya untuk mencari keridhoaanNya disetiap apa yang kita lakukan. Ibadah juga tempat kita meminta, sarana kita memohon, dan cara kita mengadukan persoalan kepada Sang Pencipta. Alloh berfirman. “Hai anak adam, luangkan waktu beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan rasa cukup dan akan Aku penuhi kebutuhanmu. Tetapi, jika tidak kau lakukan itu. Aku bebani tanganmu dengan tumpukan kesibukan dan tidak akan Aku penuhi kebutuhanmu.” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah). Jangan sibukan diri kita dengan hal yang tidak berguna. Dan kita mesti menyadari bahwa hidup ini harus seimbang (balance) antara dunia dan akhirat. Sudahkah kita melakukan itu dengan adil dan seimbang?


Dalam liriknya Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu yang pernah laris dinyanyikan dalam sinetron Cinta Fitri. Ada yang saya ingat dalam baitnya yaitu perjalanan ini masih panjang! Yahhh, mumpung kita masih diberi kesempatan, mumpung masih muda, masih fresh, masih sehat, masih kuat, masih semangat dan sebagainya. Sebenarnya ini bukan masalah kenapa saya nggak sehebat dia, sepintar dia, sepandai dia, sebakat dia, sekeren dia karena prestasi yang dia dapat, dan lain sebagainya. Tetapi ini masalahnya adalah kita belum bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan melihat kesempatan yang ada. Benar kan? Sekali lagi semua orang bisa sukses, sukses dan sukses. Bahkan sebenarnya sukses pernah dirasakan semua orang. Karena sukses adalah pencapaian terhadap apa yang dicita-citakan. Benar nggak kamu juga udah sukses? Misalnya saja ada yang sudah terwujud pencapaiannya seperti menjadi seorang penulis, menjadi motivator, guru, kepala sekolah, atau bisa kuliah diperguruan tinggi negeri yang bonafit, mendapatkan beasiswa kuliah, punya usaha makanan, buka taman baca di lingkungan rumahnya, usaha warnet, percetakan, buka toko, punya lembaga privat, dan lain-lain. Kata sukses sendiri memiliki makna yang sangat luas dalam kehidupan kita. Semua orang punya pandangan yang berbeda tentang makna sukses. Namun kalau saya pribadi mengartikan makna sukses adalah hasil yang telah dicapai dari apa yang telah dilakukan atau dikerjakan, jangan lupa tentunya bermanfaat bagi diri sendiri dan juga orang lain. Jika belum berhasil maka lakukanlah evaluasi kawan! Maher Zain bilang Insya Alloh ada jalan.


Orang sukses itu sangat menghargai waktunya, karena waktu yang digunakan setiap detik, menit, jam dan harinya untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya sehingga hidupnya selalu oke. Sedangkan orang yang belum sukses adalah orang yang melalaikan setiap waktunya tanpa melihat potensi dan kesempatan yang dimilikinya. Banyak nikmat yang tidak disyukuri dan banyak kesempatan yang terlewatkan sehingga mereka tidak mendapat apa-apa dari waktu yang dimilikinya. Kalau orang bilang waktu adalah uang. Saya pribadi mengatakan waktu adalah ibadah.


Rasulullah SAW bersabda, ''Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan.'' (HR Tirmidzi). Dengan begitu, orang-orang yang selalu menyia-nyiakan waktu dan umurnya adalah orang yang tidak memahami arti hidup. Menurut Dr Yusuf Qardhawi, dalam kitab Al-Waqtu fi Hayatil Muslim menjelaskan tentang tiga ciri waktu. Pertama, waktu itu cepat berlalunya. Kedua, waktu yang berlalu tidak akan mungkin kembali lagi. Dan ketiga, waktu itu adalah harta yang paling mahal bagi seorang muslim.


Dalam acara halaqoh pun disinggung mengenai waktu pada hari ahad pekan lalu di Masjid Al-Hurriyah IPB, dengan “Materi Tadhiyah atau Pengorbanan”. Saya menyimpulkan bahwasanya setiap kesuksesan seseorang pasti butuh dengan pengorbanan (tadhiyah). Nggak mungkin kita pengen sukses hanya dengan berdoa saja, atau berdiam diri atau bertawakal tanpa ikhtiar apa-apa. Tentunya dengan tadhiyah ini kita memerlukan manajemen waktu yang baik. Orang yang sukses adalah orang yang pandai memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Nah itu jawabannya. Karena kewajiban kita pun lebih banyak dari waktu yang tersedia. So, kita kudu pintar membuat strategi dalam mengatasinya. Kalau saya pribadi biasanya melihat skala prioritas sehingga itulah yang saya fokuskan. Namun setiap orang memiliki permasalahan yang berbeda-beda dalam hidupnya, semoga solusi yang dilakukan kita semua mendapatkan jalan kemudahanNya.


Maha Suci Alloh dengan segala nikmat dan anugerahNya untuk kita. Masih ada waktu untuk improve. Untuk itu mari bersama-sama belajar memange waktu dengan oke agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Karena penyesalan selalu datang diakhir. Lakukan setiap resolusi yang kita buat dengan maksimal mungkin untuk menjadi lebih baik lagi dan bermanfaat untuk orang lain. Setuju???



Semoga kita selalu sukses di manapun kita berada dan bermanfaat untuk orang lain^_^

Bogor, 15 Januari 2012

Ririn Rahayu, lahir di kota Serang, kediaman di istana Cilegon dengan sifatnya yang melankolis dan kini aktifitasnya pindah di kota hujan. Semoga apa yang kita rencanakan dan dicita-citakan mendapatkan keridhoanNya. Aamiin ya Robbal’alamin. Tulisan ini ditujukan untuk saya pribadi yang masih belajar memanage waktu karena masih banyak yang harus dibenahi, dan untuk sahabat terdekatku (miss you because Alloh) dan saudara-saudaraku semua di seluruh tanah air SEMANGAT UNTUK SEMUANYA.

Selasa, 10 Januari 2012

Tahun Baru


Tepatnya sih kemaren bukan liburan karena masih ada tugas kuliah yang harus segera diselesaikan sebelum tahun baru tiba. Karena diawal Januari aku sudah menempuh ujian akhir semester nggak terasa waktu begitu cepat padahal baru kemarin masuk kuliah, mau tidak mau tugas harus diselesaikan dari sekarang sebelum ujian. Hiks. Namun aku dengan santai dan menikmatinya sebagai liburan. Refreshing sebentar boleh dong. Mengisi waktu liburan sudah di plan jauh-jauh hari oleh teman-temanku yang ada di Bogor, Serang, Cilegon, untuk menyambut tahun baru 2012 dengan kegiatan yang positif. Adzkia yang biasa disapa Kia ini mengalami kegalauan karena semua pada ngajakin tahun baru. Heu...heu bingung mana yang harus dipilih.

Teman-teman di Bogor pada ngajakin silaturahim ke rumah teman yang tinggal di daerah puncak. Teman di Serang menjelang tahun barunya kumpul bareng di Rumah Dunia bersama teman komunitas penulis lainnya sambil makan-makan. Sedangkan di Cilegon nggak kalah serunya malamnya bermuhasabah, dan esoknya masak-masak lalu ke pantai Anyer sambil menghirup udara segar. Akhirnya aku putuskan untuk tahun baru di kediaman rumahku di istana Cilegon bersama keluarga tercinta, saudara dan sahabat terdekat. Walau Cilegon kota Industri tetapi pilihan yang paling oke menurutku. Sambil tersenyum dengan memandang kalender lama yang penuh coretan agenda dengan tinta merah. “Insya Alloh besok aku pulang dari kampus menuju istana”. Gumamnya sambil membaca SMS yang tak henti-hentinya menanyakan kabar dan kapan pulang? Heu..heu. Serasa orang penting saja. Padahal aku masih sibuk di kampus.

Dari Bogor aku berangkat menuju stasiun Bogor agak petang dengan gerimis kecil menetes di tanah Dramaga. Aku lebih prefer pulang ke Cilegon lewat Tanjung barat, dari stasiun Tanjung Barat naik angkot 19 menuju pasar Rebo. Kenapa aku pilih ini karena lebih efisien waktunya dan lebih hemat juga ongkosnya dibanding naik bus yang ada di terminal Baranangsiang. Hehe maklumlah anak kuliahan pengennya yang ekonomis dan cepat. Dari Barangsiang suka lama ngetemnya, apalagi jam sore begini mana ada jurusan ke rumahku yang langsung. Sebenarnya jadwal bus yang menuju ke rumahku ada yang langsung ke Cilegon tetapi hanya batas sampe jam empat sore saja, lebih dari jam empat mau nggak mau aku mesti naik bus yang  ke arah kebon jeruk nanti nyambung lagi dengan bus ke arah Merak, tapi lamanya minta ampun. Jadinya geregatan. Ma’af ya jadi curhat. Hehe. Tiba di Tanjung Barat aku terjebak macet tepatnya mau ke arah pasar Rebo yang dekat terminal Kampung Rambutan. Jelas saja pukul segitu merupakan jam-jamnya orang sibuk pulang terutama dari arah Jakarta ke Bogor. Selepas aktivitasnya di ibukota yang merupakan pusat tempat mencari nafkah, ilmu, dan paling padat penduduknya nomor satu di Indonesia sebelum Surabaya. Baik orang kantor, anak kuliahan, anak sekolah, dan lainnya semua ada di angkutan umum ini. “Aku sambil memandangi jam yang ada di tangan kanan kananku dengan penuh cemas, sampai jam berapa aku tiba di rumah?” Hiks..hiks pasti malem banget, perkiraanku sampe pukul 22.00 wib. Biasanya sih kalau rada siang dari Bogornya prediksi kurang lebih tiga jam-an udah sampe Serang, sampe Cilegon jadinya empat jam-an. “Ingat Kia sabar disayang Alloh untuk menenangkan hati yang sedang kalut.” Sambil menikmati kemacetan kota Jakarta.

Handphone black yang mungil bernyanyi dengan nada dering syahdu miliknya Ungu feat Rosa dengan judul “Ku pinang kau dengan bismilah”. Jadi ingat cerita sahabat baruku yang baru menikah kemarin sempat aku menuliskan ceritanya dengan judul “Aku Cemburu”. Forget it! Panggilan masuk dari Angun adikku yang sudah menunggu sejak aku kabarin aku akan pulang. Rindu memang terkadang sulit untuk ditahan walaupun aku sering menelevonnya seminggu tiga kali.

“ Udah nyampe mana Mbak?” Tanya Anggun dengan nada senang.
Alhamdulillah sebentar lagi nyampe Cilegon, sekarang masih dalam perjalanan ke Serang.”
“ Syukur alhamdulillah.”
Sebenarnya sih bus ini lumayan ngebut hanya saja kalau tidak macet mungkin aku sudah nyampe jam sembilan malem.
“ Oke, hati-hati Mbak”
“ Siipp.”
Diakhiri dengan salam Anggun yang lengkap. Aku pun menjawabnya.

Sesampai di kota Cilegon sesuai prediksi pukul 22.00 wib. Angkot silver membawaku menuju istana. Cilegon belum juga berubah masih seperti yang dulu penuh debu dan gerah. Sambil memandangi jalanan yang masih rusak, aku juga memikirkan untuk satu minggu dirumah ngapain saja agendanya, lumayan agak lama di Cilegon menurut Kia, so aku nggak akan sia-siakan untuk membuat agenda pribadi selama satu minggu di Cilegon. Kuputuskan untuk bersilaturahmi ke rumah saudara, sahabat terdekat, serta guru dan dosen-dosenku. Di agenda kecil merah marunku penuh dengan agenda penting, ngapain saja dan kemana saja aku. Rencananya liburan ini, aku punya agenda pribadi untuk bisa berjualan karena impianku selanjutnya adalah memiliki jiwa entrepreneur yang sukses selain menjadi penulis dan pengajar, lumayan mengisi liburan dengan berjualan, asyiiik ternyata berbisnis. Aku jadi termotivasi dengan salah satu hadist yang mengatakan bahwa berbisnis merupakan aktivitas yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Bahkan, Rasululloh SAW pun telah menyatakan bahwa 9 dari 10 pintu rezeki adalah melalui pintu berdagang (al-hadits). Tetap semangat juga tugas kuliah.

Sabtu paginya tanggal 31 Desember aku dan kedua sahabatku Putri dan Caca, mengikuti acara seminar parenting yang di adakan mahasiswa Untirta dari kesatuan aksi mahasiswa muslim indonesia disingkat KAMMI, dengan tema “Keluarga, sebagai madrasah pertama bagi anak” batinku persiapan menjadi “the best parent”. Subhanalloh pembicaranya keren yang pasti ilmunya itu pas banget deh. Alhamdulillah acaranya berjalan dengan lancar. Semoga ilmu yang didapat bermanfaat. Siangnya aku menemui keluarga besar LDK Baabussalam yang sedang sibuk Muktamar LDK di Auditorium. Menemui saudara-saudara dan adik-adik tercinta. Kenangan sewaktu dulu aku pernah menjadi bagian darinya. Semoga menjadi lebih baik lagi Baabussalam untuk memberikan warna yang islami di kampus perjuanganku. UNTIRTA.

Detik-detik menjelang pergantian tahun, aku dan sahabatku mulai mempersiapkan agenda yanng sudah direncankan sebelumnya. Agendanya adalah evaluasi pribadi mendekatkan diri pada ilahi. Alloh SWT berfirman:''Wahai orang-orang beriman bertakwalah kalian kepada Alloh, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah disiapkan untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Mengetahui apa-apa yang kalian kerjakan.'' (QS 59: 18). Kemudian saling share, dan esoknya masak-masak deh lalu agenda berikutnya tadabur alam di pantai Anyer happy bisa berkumpul dengan saudara tercinta. Hatiku senang dan haru karena Alloh masih memberikanku kesempatan dengan segala nikmatNya yang tanpa batas dan aku pun tak sanggup menghitungNya.

Semoga kita termasuk golongan orang yang sukses yaitu amal hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

Dramaga, 2 Januari 2012

Alzena Valdis Rahayu. Penulis sedang fokus UAS. Mohon do’anya semoga diberi kemudahan dan kelancarannya. Aamiin ya Robbal’almin.