Sabtu, 09 Februari 2013

Berkomunikasi dalam Berumah Tangga


Usai tilawah dan beres-beres kamar saya langsung ngambil handphone saya lalu saya select fitur radio. Tidak sengaja saya pun mendengarkan salah satu stasiun radio FM Bogor, perbincangannya cukup menarik, hmm, mengenai rumah tangga. Pada saat mendengarkan, ada salah satu penelvon yang bertanya kepada ustadz. Pertanyaannya kurang lebih seperti ini:


Penelvon: “ Assalamu’alaykum Wr Wb, ustadz, apakah boleh jika istri menegur suami yang menurut pandangan saya beliau kurang baik dalam bersikap. Karena pada saat kedatangan keluarga dari saya, suami saya jarang ikut kumpul bareng, justru menghindar. Bagaimana caranya ustadz menegurnya.”

Ustadz: “ Wa’alaykumussalam Wr WbUntuk menegur sang suami diperbolehkan bagi istrinya akan tetapi jangan pada saat kejadian berlangsung di depan keluarga karena akan membuat sang suami down nantinya, dan kecewa. Bicarakan pada saat kejadian sudah berlalu, atau pada saat kondisi suami siap mendengarkan (tidak sibuk).  Karena dalam berumah tangga memang komunikasi ini penting dibangun, karena dalam berumah tangga itu ada kalanya untuk saling mengingatkan satu sama lain, baik istri ke suami ataupun sebaliknya. Maka komunikasi ini perlu dilakukan. Tips membangun komunikasi dalam berumah tangga yang dijelaskan ustadz ada empat yaitu:

  1. Memperhatikan posisi positifnya dari pasangan (suami dan istri).
  2. Memperhatikan juga kemaslahatan keluarga yang bisa menyatukan persepsi antar keinginan suami dan istri.
  3. Keterbukaan dalam mengungkapakan suatu permasalahan.
  4. Melibatkan mediator bagi orang-orang yang sudah berpengalaman.
#semoga bermanfaat bagi yang sudah berumah tangga 

Bogor, 10 Februari 2013

Tidak ada komentar: