Rabu, 12 September 2012

Ngaji Jalan, Maksiat pun Jalan



Sekilas cerita pengalaman dari seorang sahabat yang memiliki label aktivis dakwah kampus atau disingkat ADK. Sungguh beratnya sandangan itu. Jikalau tak sebanding dengan apa yang diperbuatnya, ucapannya, yang jauh dari kebaikan. Memang manusia tempat salah dan khilaf, namun orang tahunya ADK itu baik, soleh, rajin solatnya, hafal qur’an minimal 3 juz, menjaga pandangan, peka dengan kondisi sekitar, santun, dan sebagainya.
Kisah nyata yang membuat saya terkejut dan tak percaya. Ketika saat bersama mereka yang katanya dia sebagai aktivis dakwah kampus. Sebelum dilanjutin ceritanya saya ingin minta ma’af terlebih dahulu khawatir menyinggung perasaan antum semua. Tapi memang benar adanya seperti ini. Saya pun masih terus banyak mengevaluasi diri setiap saat dan saya ingin tulisan ini sebagai pencerahan bukan menggurui, bukankah gunanya saudara adalah saling mengingatkan dan saling menasihati satu sama lain? Izinkan saya untuk itu saudaraku. Karena saya peduli kepada antum semua.
Katanya dia aktivis Dakwah. Tapi yang saya lihat kepergok jalan berduan yang bukan mahromnya, sesama aktivis pula, padahal banyak orang yang mengenal kepribadian beliau di masjid kampus, tapi apa yang ia perlihatkan membuat orang lain kecewa sehingga berdampak pada aktifitas di kampus sebagai ADK. Bicaranya yang santun dan tegas, halaqoh pun tak pernah absen serta semangat membina adik-adik. Akan tetapi beliau telah mencoreng nama baik lembaganya. Banyak yang menyayangkan akibat kelakukannya yang tidak mencerminkan sebagai ADK padahal sudah sering dinasihati tapi tetap saja tidak bisa diperbaharui.
Mari saudaraku kita ingat kembali makna dari kandungan surah As-Shaff dengan firman Allah SWT adalah “Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Shaff: 2-3)

Untuk itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda.
Jaddaduuimanakum

“Perbaruhilah kalian” (Diriwayatkan At-Tirmidzi dan (Ahmad).

Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sering bersumpah dengan kalimat.

Lamuqollalbalqulubi

“Tidak, demi Dzat yang membolak-balikan hati,” (Diriwayatkan Al-Bukhari, At- Tirmidzi, An-Nasai, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Mari saudaraku bersama-sama lakukan perbaikan diri kita setiap saat, perbanyak ampunan kepada Maha pengampun Allah SWT karena segala apa yang kita perbuat akan berdampak kepada yang lainnya. Semangat untuk melakukan Evaluasi!!





2 komentar:

serly mengatakan...

indahnya ukhuwah, saling mengingatkan dalam kesabaran dan kebenaran... kalo ada temen kaya gitu mah mba, komporin aja supaya cepet pada nikah, hehe. bilang aja biar pandang2annya jadi halal. hhaha. piss ^^v

Alzena Valdis Rahayu mengatakan...

Memang indah ukhuwah serly karena bisa mengingatkan saudara atau sahabat kita disaat futur. Dan harusnya mereka sudah paham sesama aktivis pula karena yang namanya pacaran dalam islam itu kan tidak ada. Kalau memang sudah sama-sama siap secara lahir batin ya menikahlah :) agar tidak terjerumus dlm kemaksiatan. Wa'allhualam.

Syukron sudah visit di blog AVR :)