Jumat, 02 September 2011

Sabar Menyelesaikan Skripsi


Setelah empat tahun lebih dua bulan sudah dikampus untuk menjadi sarjana tidaklah mudah, ini sedikit berbagi pengalaman untuk sahabat-sahabatku yang sedang masih menjalani tugas akhir atau SKRIPSI. Skripsi merupakan syarat untuk meraih gelar sarjana di jurusan dan fakultas yang kita tekuni disebuah universitas baik negeri ataupun swasta. Untuk bisa menyelesaikan skripsi dengan sukses saya harap sahabatku dapat membaca tulisan ini hingga selesai agar bisa memahami apa yang penulis tulis. Sebelumnya saya ingin menjelaskan sedikit tentang arti kesuksesan. Pengertian sukses sangat beranekaragam tergantung dari individu masing-masing mengartikannya karena setiap pencapaian individu berbeda-beda. Menurut saya sukses sesuai dengan rencana dan tingkat pencapaian yang diimpikan tercapai. Namun bisa saja kesuksesan itu berawal dari pengalaman kita yang sempat tertunda dan pencapaian itu bisa kita dapatkan dikemudian hari dengan usaha dan pengorbanan yang kita lakukan saat ini untuk masa depan. So dalam sukses menyelesaikan skripsi kita butuh usaha dan pengorbanan tambah satu lagi do’a. Sekelumit cerita saya saat menyelesaikan skripsi.



Banyak teman saya bilang untuk lulusan Agroekoteknologi jarang sekali yang lulus tepat 4 tahun. Jujur waktu itu saya ingin membuktikan kalau jurusan yang saya tekuni ini mahasiswanya dapat lulus cepat dan tepat waktu. Ini telah dibuktikan oleh saya sendiri. Ketika saya semester tujuh, saya sudah merencanakan judul skripsi sesuai dengan minat dan bakat saya agar saya tepat lulus di bulan Oktober 2010, saya menjalani skripsi ini tepat saya semester delapan usai Kuliah Kerja Profesi (KKP) di LIPI Bogor. Namun kehendak Allah berbeda dengan apa yang saya harapkan. Saya lulus di awal bulan Februari 2011 alhamdulillahnya saya selama penelitian dan ujian akhir atau sidang skripsi diberi kemudahan oleh Allah Maha memberi kemudahan. Sungguh sedih dan bahagia waktu itu dinyatakan lulus dengan hasil yang terbaik.



Back again to my earlier story, saya mengajukan judul, waktu itu saya mengajukan judul pertama ditolak tentang Pasca Panen yaitu Pengembangan Teknologi Pembuatan Kripik Melon (Cucumis melo L.) alasannya menurut beliau ketua jurusan Agroekoteknologi, mahasiwa Agro dibatasi untuk penelitiannya tidak sampai pada menghasilkan produk. Tetapi masih bisa untuk memilih Pasca Panen yang lainnya. Hatiku berucap syukur. Sebelum menulis skripsi saya telah mendapatkan informasi bahwa melon di kota Serang kurang manis rasanya dibanding melon yang dihasilkan di kota Industri Cilegon memilki rasa buah yang begitu lezat manisnya bahkan sudah mulai masuk ke toko swalayan terbesar yang ada di Cilegon, Tangerang dan sekitarnya. Namun untuk melon yang kurang manis itu grade sangat kurang bila dipasarkan di toko-toko. Waktu itu ide datang secara spontan kenapa tidak dimanfaatkan melon yang tidak manis ini untuk diproses lebih lanjut lagi seperti dijadikan kripik melon. Tetapi mau bagaimana juga judul itu harus saya ganti dan tidak bisa dilanjutkan untuk penelitian. Finally saya mulai berdiskusi kembali dengan dosen pembimbing saya yang sungguh luar biasa sibuknya namun alhamdulillah ada waktu buat saya untuk bimbingan. Beliau menyarankan ke saya “Bagaimana penelitiannya tentang budidaya melon tetapi melonnya di modifikasi menjadi melon kotak Rin?" Tanya dosenku. " Seperti di Jepang yang sudah membuat semangka kotak, gimana?” Saya mengakui atas keterbatasan ilmu saya yang kurang terkait mata kuliah “Bioteknologi Tanaman” dan biaya penelitian pun cukup membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan saya juga tidak memiliki lahan untuk menanam melon. Saya berfikir-fikir kembali tentang usulan dari dosen pembimbing kedua saya. Saya mencari judul-judul skripsi yang ada di jurnal dan skripsi lainnya berkaitan dengan pasca panen jadi sebenarnya saya sudah menargetkan budget dan rencana waktu penelitian berapa lama, seandainya saya penelitian di lahan tentang melon kotak cukupkah biaya yang saya keluarkan sampai selesai penelitian ini sedangkan saya tidak ada ikatan kerjasama dengan pihak instansi dan penelitian dosen jadi pure biaya sendiri alias uang orangtua. Hehe.



Hari berganti hari keesokannya saya mencoba untuk berdiskusi kembali dengan dosen pembimbing saya yang begitu baik untuk mendengarkan saya cerita tentang ide penelitian saya. Setelah itu dosen saya menyarankan “Kamu tahu kan Rin kalau di Banten terkenal dengan buah sawo?” Saya jawab “Ya, Bu.” Yasudah yang kamu teliti buah sawo saja. Dosen saya memberi peluang buat saya untuk penelitian pasca panen di Laboratorium Agroekoteknologi Faperta UNTIRTA dan beliau bilang cari permasalahanya pada buah-buahan khususnya buah sawo yang kamu teliti nanti, besok menghadap ibu lagi buat diskusi. Akhirnya saya langsung terjun langsung ke pasar untuk mengetahui apa masalah dari buah sawo dengan mengeluarkan uang RP. 5000; membeli sawonya, penjual sawo asyik untuk diajak ngobrol, ternyata buah sawo mudah sekali cepat busuk karena buah sawo itu juga yang saya baca tergolong buah klimakterik dan sayapun searching cara penanganan buah-buahan. Didapatlah teknik pelilinan. Karena saya ingin penelitian saya menggunakan dua faktor maka perlakuannya ditambah lagi dengan kemasan polietilen. Yasudah akhirnya jadilah judul saya ” Konsentrasi Pelilinan dan Kemasan Polietilen terhadap Umur Simpan Buah Sawo (Achras zapota L.)” Kenapa mengambil judul ini alasannya sudah dijelaskan sebelumnya dan karena produksi sawo di Banten setiap tahunnya meningkat kemudian saya ingin membantu para penjual sawo yang ada di Banten agar sawonya tahan lama dan tidak mudah rusak digunakanlah teknik pelilinan dan kemasan polietilen ini.



Buat sahabatku seperjuangan yang dirahmati Allah SWT. Jangan mudah menyerah. Seperti lagunya D’Masiv dan pengalaman saya selama skripsi awalnya judul saya di tolak tapi alhamdulillahnya sering berdiskusi dengan dosen, sahabat, teman, orang-orang hebat dan setaranya. Mungkin itu baik buat kita namun tidak baik menurut Allah SWT. Dalam firmanNya surah [Al-Baqarah: 216] ”Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Yakinlah sobat dibalik itu semua pasti ada hikmahnya yang bisa kita petik.



Tetap semangat dan sabar sesungguhnya Allah bersama kita. Semangat untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya terkait literatur skripsi kita, jaman modern ini kita bisa manfaatkan internet untuk searching yang kita cari, kalau memang di perpustakan belum memadai atau jalan-jalan ke kampus teman kita yang diluar Banten sambil refreshing tapi jangan sampe forget dengan tujuan kita awal untuk mencari bahan literatur. Kemudian sabar menunggu dosen, sabar dengan kritikan, sabar dengan revision, sabar dengan segala-galanya. Seseungguhnya Allah bersama orang yang sabar !



Sering berdiskusi dengan dosen-dosen kita. Selama empat tahun masa kita tidak mengenal dengan dosen kita sendiri khususnya dosen yang telah mengajarkan kita selama kuliah. Dosen pembimbing skripsi itu memang dua orang tetapi tidak ada salahnya dong kita berdiskusi dengan dosen lainnya. Karena ilmu pengetahuan itu bisa di dapatkan sama siapa saja, yah kan?



Luangkan waktu untuk fokus SKRIPSI. Ini yang membuat susah para aktivis kampus dalam meluangkan waktunya. Banyak alasan yang sering saya dengar ” Tau sendiri antum ana kan sibuk organisasi, bisnis, ngajar, kerja dan lainnya”, ada lagi yang bilang ”ana kan mas’ul (ketua) gak ada waktu nih buat fokus skripsi”. Subhanallah waktu kita dikampus dsibukkan juga untuk berorganisasi sungguh luar biasa mahasiwa yang seperti itu selain kuliah tetap bisa berorganisasi, saya ingin memberi solusi semoga saja diterima oleh aktivis kampus begini ketika kita sedang penelitian atau skripsi, coba deh antum beri pengertiannya kepada mas’ul (ketua) untuk bilang kalau saya sedang skripsi dan mohon bantuannya untuk saya fokus dulu penelitian or skripsi. Kalau memang tidak bisa katakan TIDAK bisa agar skripsi yang kita jalani pun tidak terhambat. Mungkin ini sulit buat orang yang tidak terbiasa untuk mengatakan TIDAK jadi perasaanya selalu memaksa untuk jawab YA. Tapi lihat skala prioritas kita juga jangan sampai OFF nanti organisasinya tidak berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan kita bersama.



Memanjakan diri. Maksudnya agar fikiran kita relax untuk tidak memikirkan skripsi cukup sehari saja jangan kelamaan nyantainya, bisa pergi ke tempat yang menurut kita bisa relax dan tenang.



Banyak-banyak berdo’a. Karena ikhtiar tanpa dibarengi dengan do’a maka akan sia-sia, begitu pun sebaliknya. Mintalah kepada Allah karena hanya Allah tempat kita bergantung segala cita dan harapan.


SEMANGAT BERJUANG UNTUK SAHABATKU SEMUANYA.

YAKINLAH HARAPAN ITU MASIH ADA


Semoga Bermanfaat yahhhhh ^__^
By. Alzena Valdis Rahayu






4 komentar:

Lyan mengatakan...

subhanalalh banget ya teh....
teteh ly juga punya minat myang sama kaya teth...ada peluag ga teh untuk ly terusin penelitian teteh tentang sawo ini?

Alzena Valdis Rahayu mengatakan...

Terima kasih Ly,
ooohh sama toh minatnya,,,pasti ada,semangat aja gak boleh putus asa, rajin baca jurnalnya, skripsi n sharing dengan dosen or kaka tingkat :)

DEDIKUSWARA mengatakan...

terimakasih sudah di ngatkan..
semoga ini bisa jadi penyemangat buat mengejar skripsi lebih cepat..

Alzena Valdis Rahayu mengatakan...

Aamiin, harapanya begitu Dedi, dan tetap sabar dlm menjalankannya, oya tolong semangatin juga senior yang belum lulus yah, plizz n temen2 dedi juga.

Syukron sudah berkunjung di blogger AVR